Tak Ditahan, Tersangka Kapal Tenggelam Tewaskan Pelatih Valencia Wajib Lapor

Jakarta

Polisi telah menetapkan nahkoda dan satu anak buah kapal (ABK) sebagai tersangka kasus tenggelamnya kapal pinisi yang menewaskan pelatih sepak bola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dan dua anaknya. Dua tersangka inisial L dan KKM itu tidak dilakukan penahanan.

“Nakhoda KM Putri Sakinah saat ini tidak dilakukan penahanan. Hanya wajib lapor,” ujar Kabid Humas Polda NTT Kombes Henry Novika Chandra dilansir detikBali, Minggu (11/1/2026).

Henry menjelaskan alasan L dan KKM tidak ditahan merujuk pada aturan KUHP baru. Dia mengatakan penahanan merupakan langkah terakhir atau ultimum remedium.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Henry, pihaknya berfokus pada dugaan kelalaian operasional kapal yang diatur dalam Pasal 359 KUHP juncto Pasal 332 KUHP Baru. Pasal tersebut mengatur prosedur navigasi dan pemeliharaan mesin dalam kondisi cuaca ekstrem.

“Hingga saat ini penyidik telah memeriksa 18 saksi, termasuk awak kapal dan pemilik kapal guna mendalami aspek kelaikan teknis dan SOP operasional,” jelas Henry.

Ia menegaskan proses penyidikan kasus tenggelamnya KM Putri Sakinah bersifat dinamis. Jika ditemukan adanya bukti yang kuat terkait kelalaian dan pembiaran dari pihak lain seperti manajemen dan pemilik kapal, tidak menutup kemungkinan adanya penambahan tersangka.

Kapal pinisi tersebut tenggelam di Perairan Selat Pulau Padar, Labuan Bajo, Manggarai Barat, pada 26 Desember 2025. Insiden tragis tersebut menewaskan pelatih sepakbola wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, dua anaknya. Satu lagi anak Fernando belum ditemukan dan dinyatakan hilang.

Baca selengkapnya di sini

(ygs/knv)

  • Related Posts

    Pigai Klaim Penyusunan Draf RUU HAM telah Melibatkan Komnas HAM

    MENTERI Hak Asasi Manusia Natalius Pigai mengklaim penyusunan draf revisi Undang-Undang HAM melibatkan berbagai pihak. Tak terkecuali, kata dia, Komisi Nasional atau Komnas HAM. “Semua tahapan (penyusunan draf) kami libatkan…

    Bagi Gaza, kegembiraan Idul Fitri kini menjadi bentuk perlawanan

    Ini adalah Idul Adha ketiga berturut-turut yang saya habiskan di pengungsian, jauh dari rumah saya di Jabalia, di daerah yang telah ditetapkan sebagai “zona merah” di bawah kendali Israel. Selama…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *