Soal UMP DKI, Said Iqbal: Kota Mahal Tapi Upah Murah

PRESIDEN Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal mendesak Presiden Prabowo Subianto menaikkan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI Jakarta 2026 menjadi 100 persen kebutuhan hidup layak (KHL) atau setara Rp 5,89 juta. Selain itu, ia meminta upah minimum sektoral provinsi (UMSP) ditetapkan 5 persen di atas 100 persen KHL.

“Isu pertama yang ingin kami sampaikan kepada Presiden adalah menaikkan UMP DKI Jakarta menjadi 100 persen KHL dan UMSP 5 persen di atas 100 persen KHL,” kata Said Iqbal saat ditemui dalam aksi unjuk rasa buruh di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, 8 Desember 2025.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Said menilai, bila pemerintah ingin memberikan insentif kepada pengusaha, skemanya harus berupa subsidi upah yang ditransfer langsung dalam bentuk uang tunai kepada pekerja. “Bentuknya subsidi upah, transfer cash money, seperti di Australia dan Brasil,” ujarnya.

Ia menolak anggapan bahwa perusahaan di Jakarta tidak mampu membayar upah tinggi. Menurut dia, Jakarta merupakan kota dengan karakter industri berteknologi tinggi, jasa, dan perdagangan internasional, bukan kawasan industri padat karya. “Jakarta jangan diukur dengan pabrik-pabrik labor intensive. Itu pindah ke Bekasi, Sukabumi, atau Subang,” kata dia.

Said juga mengkritik praktik membayar upah murah di kota dengan biaya hidup tinggi. Ia menilai, semakin maju dan modern sebuah kota, semakin tinggi pula kebutuhan hidup dan upah pekerjanya. “Sudah tahu kota ini mahal, tapi bayar upah murah. Nggak bisa. Di seluruh dunia nggak begitu,” ujar dia.

Karena itu, Said meminta Presiden Prabowo Subianto memanggil pihak terkait untuk mengevaluasi kebijakan pengupahan di Jakarta. “Presiden harus memanggil, atau setidak-tidaknya menunjuk orang untuk meminta Gubernur DKI Jakarta mengubah UMP 2026 menjadi Rp 5,89 juta dan UMSP 5 persen di atas 100 persen KHL,” kata dia.

Menurut Said, kebijakan insentif yang ada saat ini tidak menyelesaikan persoalan upah murah di Jakarta. Ia menyebut insentif tersebut tidak sebanding dengan tingginya biaya hidup di ibu kota. “Hentikan sandiwara ini. Jakarta harus berpikir sebagai kota internasional,” ujar dia. 

  • Related Posts

    Prabowo Cerita 2 Angka Beruntung di Hidupnya: 8 dan 13 Selalu Muncul

    Tabanan – Presiden Prabowo Subianto bercerita tentang dua angka yang dianggapnya sebagai angka keberuntungan. Dia menyebut dua angka itu ialah 8 dan 13. Hal itu disampaikan Prabowo saat meninjau Sekolah…

    Lulusan Kenya beralih ke alat AI untuk bertani ketika lapangan kerja berkurang

    Kabupaten Kericho, Kenya – Sabtu pagi biasanya dimulai sebelum matahari terbit bagi Chepkorir Rotich, seorang petani di desa Kiboito di Kabupaten Kericho, Kenya barat. Saat itu, Rotich sudah memerah susu…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *