PDIP Prihatin Marak Penculikan Anak: Cerminan Perlindungan Belum Optimal

Jakarta

Kapoksi Fraksi PDIP Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany, mengatakan perlindungan anak harus menjadi prioritas utama negara usai maraknya kasus penculikan. Selly mendorong pemerintah agar memperkuat regulasi sistem perlindungan anak.

“Kasus penculikan yang menimpa adik Bilqis di Makassar dan adik Alvaro di Jakarta Selatan adalah peristiwa yang sangat memprihatinkan dan menjadi alarm serius bagi kita semua,” kata Selly kepada wartawan, Sabtu (15/11/2025).

“Ini menunjukkan bahwa perlindungan anak harus menjadi prioritas utama negara,” sambungnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Selly, maraknya kasus penculikan anak bukan semata-mata hanya persoalan kriminalitas saja. Namun, juga menunjukkan belum optimalnya perlindungan anak.

“Cerminan bahwa ekosistem perlindungan anak, baik pengawasan keluarga, lingkungan, sekolah, hingga sistem deteksi dini, belum berjalan optimal,” ujarnya.

“Mobilitas masyarakat yang tinggi, rendahnya literasi keselamatan anak, lemahnya koordinasi penanganan, serta risiko dari ruang digital menjadi faktor yang memperbesar kerentanan,” lanjunya.

Selly mengatakan sejumlah hal yang dapat dilakukan, salah satunya ialah penguatan pengawasan berbasis komunitas di RT/RW hingga sekolah. Selain itu, juga perlunya edukasi publik yang masif terkait tanda bahaya, modus pelaku, dan SOP darurat.

“Pemanfaatan teknologi seperti CCTV lingkungan dan sistem pelaporan cepat. Penegakan hukum yang tegas agar memberi efek jera. (Lalu) sekolah perlu memperketat protokol penjemputan dan memastikan anak memahami cara mengenali situasi berisiko,” tuturnya.

Sebagai informasi, belakangan publik dihebohkan dengan balita 4 tahun bernama Bilqis yang hilang di Makassar dan ditemukan usai hampir seminggu di Jambi. Diketahui jika Bilqis merupakan korban penculikan yang dijual ke suku anak dalam di Jambi dengan surat palsu.

Selain Bilqis, ada pula kasus bocah berusia 6 tahun bernama Alvaro Kiano Nugroho di Pesanggrahan, Jakarta Selatan (Jaksel), yang sudah hilang selama 8 bulan lamanya. Sampai saat ini keberadaan Alvaro masih ditelusuri oleh pihak kepolisian.

(amw/whn)

  • Related Posts

    Puluhan ribu orang menunjukkan rasa di Serbia untuk memperkuat antipemerintah

    Gerakan yang dipimpin pelajar, yang dimulai setelah bencana stasiun kereta Novi Sad pada November 2024, mendorong diadakannya pemilu dini. Puluhan ribu orang, dipimpin oleh mahasiswa, menunjukkan rasa di ibu kota…

    Panglima militer Pakistan mengunjungi Teheran untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran

    Panglima militer Pakistan mengunjungi Teheran untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran Umpan Berita Marsekal Lapangan Syed Asim Munir bertemu dengan para pejabat senior Iran pada hari Sabtu ketika Islamabad dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *