Dubes Ungkap Makna Khusus Bilateral RI-Tunisia, Ungkit Kisah Sukarno

Jakarta

Duta Besar (Dubes) Republik Indonesia untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, mengatakan hubungan bilateral Indonesia-Tunisia mempunyai makna khusus tersendiri. Zuhairi mengatakan hal itu ditandai dengan persahabatan pemimpin besar Indonesia dan Tunisia sejak dulu kala antara Presiden pertama RI Sukarno dengan Presiden Habib Bourguiba.

Hal tersebut disampaikan Zuhairi saat menggelar Kuliah Umum tentang Diplomasi Persahabatan Indonesia-Tunisia di Universitas Jandouba dikutip Sabtu (15/11/2025). Kegiatan tersebut dihadiri oleh Rektor Universitas Jandouba, Hisyam Sibai, Wakil Rektor, Para Dekan, guru besar, dosen, dan para mahasiswa Universitas Jandouba.

“Kami sampaikan, bahwa hubungan bilateral Indonesia-Tunisia mempunyai makna khusus dan spesial, karena dimulai dengan persahabatan dua pemimpin besar kedua negara, Presiden Sukarno dan Presiden Habib Bourguiba,” ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Zuhairi mengatakan hal itu harus menjadi semangat kaum muda memperkokoh hubungan bilateral kedua negara. Dia mengatakan anak muda harus mencontoh kedua tokoh itu dengan memberikan pengabdian terbaik dan kerja-kerja besar untuk kemaslahatan kedua negara.

“Fakta ini harus memompa semangat kaum muda untuk memperkokoh hubungan bilateral kedua negara sembari meningkatkan kerjasama ekonomi, kebudayaan, pendidikan, pariwisata, dan politik. Jika para pemimpin kita di masa lalu berhasil membangun persahabatan, maka kita semua, khususnya kaum muda harus memberikan pengabdian terbaik dan kerja-kerja besar untuk kemaslahatan kedua negara,” ujar Duta Besar Republik Indonesia lulusan Universitas al-Azhar, Kairo, Mesir ini.

Zuhairi menambahkan kaum muda harus mempunyai nasionalisme tinggi. Kata Zuhairi, diplomasi Indonesia-Tunisia telah memberikan manfaat besar bagi kemajuan kedua negara.

“Kaum muda harus mempunyai jiwa nasionalisme yang tinggi, cinta Tanah Air sembari membangun jembatan diplomasi. Karena diplomasi merupakan salah satu solusi membangun peradaban. Belajar dari pengalaman Indonesia dan Tunisia, diplomasi telah memberikan manfaat besar bagi kemajuan kedua negara,” ujarnya.

Dubes Zuhairi Misrawi juga melakukan pertemuan khusus dengan Rektor dan Wakil Rektor Universitas Jandouba, serta para guru besar, dosen, dan perwakilan mahasiswa. Pertemuan itu membahas kerja sama Universitas Jandouba dengan berbagai universitas di Indonesia. Kegiatan juga dimeriahkan dengan tarian-tarian Nusantara.

(whn/gbr)

  • Related Posts

    Gempa M 2,5 Terjadi di Kota Sukabumi

    Jakarta – Gempa berkekuatan magnitudo (M) 2,5 terjadi di Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kedalaman gempa 110 Km. Melalui akun X nya, BMKG menyampaikan gempa terjadi Senin (16/2/2026) pukul 00.52 WIB.…

    Perintah Kakorlantas Polri, Polantas Tertibkan Truk di Seluruh Ruas Tol

    Jakarta – Berkoordinasi dan berkolaborasi dengan petugas Jasa Marga di lapangan, jajaran Polantas bergerak serentak melakukan penertiban besar-besaran terhadap kendaraan angkutan barang di sejumlah ruas jalan tol, Minggu (15/2) malam.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *