WAKIL Menteri Agama Muhammad Syafi’i menyatakan kementeriannya bakal meningkatkan pengawasan terhadap para pendakwah yang bertindak di luar batas. Pernyataannya itu merespons kejadian seorang pendakwah yang viral di media sosial karena kerap mencium anak perempuan. Warganet mengecam tindakan yang dilakukan pendakwah tersebut di acara-acara pengajian.
“Kami sepakat dengan publik bahwa itu tidak pantas,” kata Syafi’i usai rapat kerja bersama Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat pada Selasa, 11 November 2025.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Syafi’i mengatakan pengawasan oleh kementeriannya dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang. Dia juga mewanti-wanti kepada pendakwah agar tidak mengulangi perbuatannya tersebut.
Selain itu, Syafi’i menyatakan telah keluar surat keputusan dari kementeriannya tentang madrasah dan pesantren ramah anak. Surat keputusan itu dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.
Keputusan itu, ujar dia, disusun agar para santri maupun siswa madrasah bisa mendapatkan haknya sebagai peserta didik. Salah satunya hak untuk terhindar dari tindak kekerasan karena relasi kuasa. “Tindak kekerasan itu yang tidak seharusnya anak-anak pesantren dan madrasah terima,” ucap politikus Partai Gerindra tersebut.





