Hamas tawarkan bebaskan seluruh sandera di Gaza dibawah kesepakatan gencatan senjata komprehensif

Hamas tawarkan bebaskan seluruh sandera di Gaza dibawah kesepakatan gencatan senjata komprehensif

  • Sabtu, 19 Juli 2025 13:24 WIB
  • waktu baca 2 menit
Hamas tawarkan bebaskan seluruh sandera di Gaza dibawah kesepakatan gencatan senjata komprehensif
Orang-orang berdemonstrasi di Tel Aviv, Israel pada 6 Juli 2025, menyerukan gencatan senjata permanen di Gaza dan kesepakatan dengan Hamas untuk membebaskan sandera. ANTARA/Xinhua/Jamal Awad

Gaza (ANTARA) – Brigade Al-Qassam, sayap bersenjata Hamas, pada Jumat (18/7) mengatakan bahwa Hamas telah mengajukan kesepakatan komprehensif untuk membebaskan semua sandera Israel yang ditahan di Gaza sebagai imbalan atas penghentian konflik dan penarikan penuh pasukan Israel dari daerah kantong pesisir itu.

Dalam sebuah pidato yang disiarkan di televisi, Abu Obeida, juru bicara Brigade al-Qassam, mengatakan bahwa gerakan tersebut telah mengajukan tawaran itu beberapa kali dalam beberapa bulan terakhir, namun pemerintah Israel “menolak usulan tersebut.”

Obeida menuduh Israel telah melanggar perjanjian gencatan senjata sebelumnya dan melanjutkan serangan militer di Gaza selama empat bulan terakhir.

Menyebut bahwa Hamas siap untuk “konfrontasi yang berlarut-larut,” dia mengatakan strategi kelompok itu saat ini berfokus pada menimbulkan kerugian pada pasukan Israel, melancarkan serangan-serangan yang berdampak besar, dan berusaha menangkap lebih banyak lagi tentara.

Menurut Obeida, sejumlah upaya penculikan telah dilakukan dalam beberapa pekan terakhir.

Dia juga mengkritik apa yang dia sebut sebagai “sikap diam dan keterlibatan” dari beberapa pemerintah negara Arab dan Islam, serta meminta para pemimpin dan cendekiawan muslim untuk memikul tanggung jawab atas krisis kemanusiaan yang sedang berlangsung.

Obeida menambahkan bahwa jika putaran negosiasi saat ini gagal, Hamas mungkin tidak akan kembali ke proposal pertukaran parsial sebelumnya.

Sejak Israel melanjutkan kampanye militernya di Gaza pada 18 Maret lalu, setidaknya 7.843 warga Palestina tewas dan 27.933 lainnya mengalami luka-luka. Dengan demikian, jumlah korban jiwa di Gaza sejak konflik pecah pada Oktober 2023 melampaui 58.660 orang, dan lebih dari 139.970 lainnya terluka, menurut data yang dirilis oleh otoritas kesehatan di Gaza.

Pewarta: Xinhua
Editor: Santoso
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Respons Cepat 110 Temukan Tas Bocah Tertinggal di Sabang Tengah Malam

    Kota Depok – Seorang ibu bernama Lia membagikan pengalamannya pertama kali menghubungi call center 110 Polri. Lia meminta bantuan 110 untuk mengecek tas berisi tablet milik putrinya, C (7) yang…

    Projo Ungkap Kesehatan Jokowi Sudah Pulih 99 Persen

    SEJUMLAH kelompok relawan pendukung mendatangi kediaman mantan Presiden Joko Widodo, di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta pada awal Mei kemarin. Kelompok relawan yang dimaksudkan antara lain, Projo dan Bara…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *