PCO: Krisis global tak ganggu MBG, pasokan pangan disuplai dari lokal

PCO: Krisis global tak ganggu MBG, pasokan pangan disuplai dari lokal

  • Minggu, 22 Juni 2025 18:23 WIB
  • waktu baca 2 menit
PCO: Krisis global tak ganggu MBG, pasokan pangan disuplai dari lokal
Kepala Staf Kepresidenan Anto Mukti Putranto (tengah) berbincang dengan petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) saat kunjungan verifikasi lapangan program makan bergizi gratis (BMG) di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (21/6/2025). ANTARA FOTO/Arnas Padda/rwa/aa.

Jakarta (ANTARA) – Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) menyatakan bahwa krisis global saat ini tidak mengganggu program Makan Bergizi Gratis (MBG) lantaran pasokan pangan disuplai dari dalam negeri.

“Dari awal MBG selalu mengedepankan produk-produk yang ada di sekitar SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi) yang berada di area tersebut,” ujar Deputi Diseminasi dan Media Informasi PCO Noudhy Valdryno di Jakarta, Minggu.

Noudhy mengatakan bahan pangan yang digunakan dalam penyelenggaraan program MBG disediakan oleh petani, nelayan, maupun pelaku usaha setempat.

Sepanjang pelaksanaan program tersebut, kata dia, pasokan pangan yang digunakan seluruhnya bersumber dari lokal.

“100 persen (disuplai nelayan dan petani lokal),” ujar Noudhy.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan bagian dari langkah mitigasi Presiden RI Prabowo Subianto terhadap ketidakpastian global yang telah diperkirakan sebelumnya.

Melalui pemanfaatan produk lokal, program MBG sekaligus mendukung upaya swasembada pangan nasional yang menjadi salah satu prioritas pemerintah.

“Jadi saya rasa ini sudah menjadi bagian dari mitigasi dari perencanaan ketidakpastian global yang sudah diprediksi akan terjadi oleh Bapak Presiden. Kita doakan, rekan-rekan di BGN, supaya produk lokal kita semakin kuat, swasembada pangan semakin cepat tercapai, dan insya Allah tidak mengganggu program Makan Bergizi Gratis,” ucapnya.

Eskalasi konflik Iran dan Israel menjadi sorotan belakangan ini. Itu karena perang dua negara di Timur Tengah tersebut berpotensi menyeret dunia ke konflik terbuka yang lebih luas, yang secara langsung memberikan dampak buruk terhadap ekonomi global.

Dampak dari konflik tersebut berpotensi tetap terasa ke Indonesia, meski berada jauh dari pusat konflik. Terutama sektor perindustrian yang secara signifikan mulai merasakan tekanan dari lonjakan harga energi, logistik, serta fluktuasi nilai tukar.

Diketahui, selama enam bulan pelaksanaan program MBG, jumlah penerima manfaat mencapai 5.228.529 orang. Selain itu, jumlah SPPG yang telah beroperasi sebanyak 1.837 unit.

Baca juga: Hingga Juni, penerima manfaat program MBG capai 5,2 juta orang

Baca juga: BGN: Program MBG beri efek domino perputaran ekonomi lokal

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Budi Suyanto
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Sehari Bersama BRI Bahtera Seva I, Pelayan Warga Kepulauan Seribu

    Jakarta – Kapal berkelir oranye dengan aksen putih dan biru bersandar di dermaga Pulau Tidung sekitar pukul 08.00 WIB. Terik matahari pagi tak menghilangkan senyum warga pulau yang sudah menanti…

    Detik-detik Pria di Bogor Melawan Begal Motor hingga Dibacok

    Jakarta – Polisi mengungkap detik-detik kejadian dugaan begal yang menimpa seorang pria berinisial S (33) di Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat. Korban melawan begal tersebut hingga sempat alami luka bacok.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *