OJK sebut jenis usaha bulion bisa dipilih sesuai kesiapan bisnis

OJK sebut jenis usaha bulion bisa dipilih sesuai kesiapan bisnis

  • Kamis, 27 Februari 2025 12:48 WIB
  • waktu baca 2 menit
OJK sebut jenis usaha bulion bisa dipilih sesuai kesiapan bisnis
Ilustrasi – Tabungan emas.

Jakarta (ANTARA) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bahwa setiap lembaga jasa keuangan (LJK) dapat menyesuaikan pilihan kegiatan usaha bulion yang mereka ingin jalankan menurut kesiapan proses bisnis dan selera risiko (risk appetite) masing-masing lembaga.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan, dan Komunikasi OJK M Ismail Riyadi menyatakan bahwa kegiatan usaha bulion yang dapat dilakukan meliputi simpanan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, penitipan emas, dan/atau kegiatan lainnya sesuai ketentuan.

“LJK akan menyesuaikan pilihan kegiatan tersebut sesuai dengan risk appetite dan kesiapan proses bisnis,” kata M Ismail Riyadi di Jakarta, Kamis.

Ia menuturkan bahwa pengaturan terkait kegiatan usaha bulion dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bulion mencakup penerapan prinsip kehati-hatian, persyaratan permodalan, manajemen risiko, transparansi, dan penahapan kegiatan usaha bulion.

Melalui pengaturan tersebut, pihaknya berupaya untuk membuka peluang bagi kepada lembaga jasa keuangan yang memiliki kegiatan utama pembiayaan dan memenuhi persyaratan untuk dapat menjalankan kegiatan usaha bulion.

“Dengan pengaturan dan pengawasan yang tepat, maka kegiatan usaha bulion dapat beroperasi dan berkontribusi pada pendalaman pasar keuangan dan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan,” ujar Ismail.

Ia menuturkan bahwa pembentukan usaha bulion dapat memperluas pilihan investasi serta semakin memperdalam pasar keuangan di Indonesia melalui monetisasi emas yang disalurkan kepada lembaga jasa keuangan.

Pihaknya berharap bahwa kegiatan usaha bulion oleh kepada lembaga jasa keuangan diharapkan dapat membantu untuk mengurangi impor emas dan mendukung program hilirisasi di sektor komoditas emas.

“Ke depan, diharapkan terdapat partisipasi dari LJK lain selain PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI), untuk percepatan pembentukan ekosistem bulion sehingga dapat mengakselerasi optimalisasi pengembangan usaha bulion di Indonesia,” imbuh Ismail.

Presiden Prabowo Subianto mengemukakan bahwa pendirian bank emas pertama di Indonesia akan memberikan manfaat bagi stabilitas moneter nasional.

“Meningkatkan juga pengendalian stabilitas moneter melalui mekanisme likuiditas emas kepada bank emas serta melakukan transaksi emas di dalam negeri,” katanya saat berpidato dalam peresmian layanan Bank Emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia di Jakarta, Rabu (27/2).

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Respons Cepat 110 Temukan Tas Bocah Tertinggal di Sabang Tengah Malam

    Kota Depok – Seorang ibu bernama Lia membagikan pengalamannya pertama kali menghubungi call center 110 Polri. Lia meminta bantuan 110 untuk mengecek tas berisi tablet milik putrinya, C (7) yang…

    Projo Ungkap Kesehatan Jokowi Sudah Pulih 99 Persen

    SEJUMLAH kelompok relawan pendukung mendatangi kediaman mantan Presiden Joko Widodo, di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta pada awal Mei kemarin. Kelompok relawan yang dimaksudkan antara lain, Projo dan Bara…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *