Persiapan akhir dilakukan di Arish untuk bantuan Mesir ke Gaza

Persiapan akhir dilakukan di Arish untuk bantuan Mesir ke Gaza

  • Minggu, 19 Januari 2025 07:56 WIB
Persiapan akhir dilakukan di Arish untuk bantuan Mesir ke Gaza
Menjelang pelaksanaan gencatan senjata, Minggu (19/1/2025), persiapan akhir sedang dilakukan di kota Arish, Mesir, untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui perbatasan Rafah, dengan dua menteri Mesir mengawasi langsung upaya tersebut. ANTARA/Anadolu/py

Kairo (ANTARA) – Menjelang pelaksanaan gencatan senjata, Minggu, persiapan akhir sedang dilakukan di Kota Arish, Mesir, untuk mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza melalui perbatasan Rafah, dengan dua menteri Mesir mengawasi langsung upaya tersebut.

Menteri Kesehatan Khaled Abdel Ghaffar dan Menteri Solidaritas Sosial Maya Morsy tiba di Bandara Arish pada Sabtu (18/1) untuk memeriksa kesiapan rumah sakit dalam menerima warga Gaza yang terluka dan memantau persiapan akhir pengiriman bantuan ke Jalur Gaza, menurut laporan kantor berita Mesir.

Pada Jumat malam, saluran berita AlQahera melaporkan bahwa sejumlah besar truk bantuan telah berbaris di perbatasan Rafah dan siap memasuki Gaza.

Truk-truk tersebut dilaporkan membawa sebanyak puluhan ribu kebutuhan pokok untuk warga Gaza.

Arish, bersama dengan bandara yang terletak di Sinai Utara, berfungsi sebagai pusat penerimaan dan pengangkutan bantuan kemanusiaan internasional menuju Gaza.

Pengiriman bantuan telah terhenti sejak Mei 2024, ketika pasukan Israel menduduki sisi Palestina dari perbatasan Rafah.

Qatar mengumumkan kesepakatan gencatan senjata tiga tahap pada Rabu (15/1) malam untuk mengakhiri lebih dari 15 bulan serangan mematikan Israel di Jalur Gaza.

Gencatan senjata dijadwalkan mulai berlaku pada Minggu pukul 08.30 waktu setempat (13.30 WIB).

Hampir 47.000 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, tewas, dan lebih dari 110.700 lainnya terluka akibat perang genosida Israel di Gaza sejak 7 Oktober 2023, menurut otoritas kesehatan setempat.

Mahkamah Pidana Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan pada November untuk pemimpin otoritas Israel Benjamin Netanyahu dan mantan kepala pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional atas perangnya di wilayah tersebut.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Qatar, Mesir, AS menjamin penerapan gencatan senjata Israel-Palestina

Baca juga: Mesir siap gelar konferensi rekonstruksi Gaza pasca gencatan senjata

Baca juga: Mesir siapkan pembukaan kembali perlintasan Rafah

Penerjemah: Primayanti
Editor: M Razi Rahman
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Pemerintah militer Myanmar menolak perundingan damai

    Pemimpin kudeta Min Aung Hlaing dipilih oleh parlemen sebagai presiden awal bulan ini setelah pemilu dicemooh sebagai pemilu palsu. Pemerintah Myanmar yang didukung militer telah mengundang kelompok-kelompok yang berseberangan untuk…

    permohonan bantuan hukum pro-Palestina tetap tinggi pada tahun 2025 di tengah tekanan kampus AS

    Washington, DC – tuntutan dukungan hukum terkait advokasi pro-Palestina tetap tinggi di Amerika Serikat pada tahun lalu, ketika Presiden Donald Trump mengancam aktivisme dan universitas dengan hukuman. Dalam laporan tahunan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *