Bawaslu Situbondo: Pemberi dan penerima politik uang ada sanksi pidana

Pilkada 2024

Bawaslu Situbondo: Pemberi dan penerima politik uang ada sanksi pidana

  • Selasa, 26 November 2024 15:04 WIB
Bawaslu Situbondo: Pemberi dan penerima politik uang ada sanksi pidana
Ketua Bawaslu Situbondo Ahmad Faridl Ma’ruf secara simbolis menyerahkan pamvlet stop politik uang kepada Camat Panarukan, Situbondo. Selasa (26/11/2024) ANTARA/Novi Husdinariyanto

Situbondo (ANTARA) – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Situbondo Ahmad Faridl Ma'aruf mengingatkan kepada masyarakat agar menolak politik uang karena pemberi maupun penerima dapat disanksi pidana.

“Perlu kami sampaikan bahwa bagi pemberi dan penerima politik uang sama-sama dikenakan sanksi (pidana) Pasal 187A Undang Undang Pemilihan,” katanya di Situbondo, Jawa Timur, Selasa.

Menurut Faridl, pemberi maupun penerima politik uang pada masa tenang hingga hari pemungutan suara pada Pemilihan Kepala Daerah 2024 dapat disanksi pidana penjara paling singkat 36 bulan atau tiga tahun, dan paling lama 72 bulan, dan denda paling sedikit Rp200 juta dan paling banyak Rp1 miliar.

Ia menegaskan bahwa praktik politik uang (money politic) pada pemilihan kepala daerah ini dapat merusak integritas demokrasi.

Oleh karena itu, kata Faridl, penting bagi semua pihak agar menghindari praktik politik uang dalam menjaga kualitas integritas proses demokrasi ini.

“Jadi, pemilihan kepala daerah (pilkada) ini berbeda dengan pada pelaksanaan pemilu sebelumnya. Dalam pemilu hanya pemberi politik uang yang disanksi, tapi di pilkada pemberi dan penerima dapat bisa disanksi pidana,” ucapnya.

Faridl mengaku telah mensosialisasikan dan menyebarkan pamflet tolak politik uang yang di dalamnya juga berisi konten sanksi pidana bagi pemberi dan penerima politik uang.

“Hari ini kami bersama KPU dan Forkopimda melaksanakan patroli berkeliling ke kecamatan dan lainnya, sembari mensosialisasikan tolak politik uang,” katanya.
Baca juga: Ketua Bawaslu ingatkan cakada dan masyarakat tak terlibat politik uang
Baca juga: Dosen politik UI ingatkan politik uang yang semakin marak
Baca juga: MUI ingatkan umat Islam memilih pemimpin hukumnya wajib

Pewarta: Novi Husdinariyanto
Editor: Guido Merung
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    GPCI Sebut 2 WNI Kembali Diculik Israel dari Kapal Kars-1 Sadabat

    Jakarta – Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) mengungkap ada dua warga negara Indonesia (WNI) dalam pelayaran ke Gaza Palestina yang kembali diculik tentara Israel. Total kini sembilan WNI ditahan oleh…

    Dewan Perdamaian Trump mendesak perbaikan 'kesenjangan' dalam pendanaan

    Badan yang menyetujui PBB mengatakan bahwa dana yang dijanjikan belum terwujud meskipun situasi mendesak di Gaza. Sebuah badan yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengawasi administrasi dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *