Pemerintah libatkan asosiasi kehumasan efektifkan komunikasi publik

Pemerintah libatkan asosiasi kehumasan efektifkan komunikasi publik

  • Jumat, 22 November 2024 16:05 WIB
Pemerintah libatkan asosiasi kehumasan efektifkan komunikasi publik
Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Kementerian Komdigi Prabu Revta Revolusi. ANTARA/HO-Kemkomdigi/am.

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) meningkatkan kerja sama dengan asosiasi bidang kehumasan untuk memperkuat komunikasi publik kebijakan pemerintah.

“Kerja sama tersebut akan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat akan kebijakan pemerintah,” kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komdigi Prabunindya Revta Revolusi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jumat.

Prabu menyampaikan, salah satu faktor kegagalan terkait beberapa kebijakan publik atau kebijakan pemerintah yang tidak bekerja dengan baik, bukan karena isi atau substansi dari kebijakan tersebut adalah buruk.

Menurut dia, karena kebijakannya tersebut tidak dikomunikasikan dengan baik ke masyarakat umum, sehingga masyarakat tidak memahami mengenai isi utama dari kebijakan itu.

Baca juga: Kemenkomdigi tegaskan kebebasan pers terjaga di pemerintahan baru

Selain kerja sama dengan asosiasi, pemerintah juga melibatkan tokoh masyarakat untuk memastikan pesan dari pemerintah dapat diterima oleh masyarakat.

Prabunindya Revolusi menyatakan dengan melibatkan asosiasi dan tokoh masyarakat, pemerintah dapat merumuskan strategi yang efektif dalam mengkomunikasikan sebuah kebijakan kepada masyarakat.

Terlebih, dalam isu tertentu ada kalangan masyarakat yang resisten terhadap pesan yang disampaikan langsung pemerintah.

“Mungkin ketika mereka tahu bahwa ini pemerintah yang berbicara kepada mereka, ada gap atau sejenis mental block mereka ketika berkomunikasi dengan pemerintah,” tuturnya.

Dirjen Prabu Revolusi memberikan contoh kampanye tentang bahaya judi online yang perlu dilakukan dengan pendekatan yang kreatif agar mudah diterima oleh masyarakat, bahkan bisa memiliki jangkauan yang luas dengan cara melibatkan influencer.

Dirjen IKP mengungkapkan pesan yang disampaikan secara informal oleh influencer tersebut relatif lebih mudah diterima masyarakat di era komunikasi modern saat ini.

“Kami menggunakan publik itu sendiri dan influencer untuk memastikan bahwa pesan ini bisa diterima oleh audiens yang lebih luas,” katanya.

Baca juga: Kemkomdigi : Kode etik jurnalistik kunci jawab sentimen konten medsos

Baca juga: Kemkomdigi ajak semua pihak kolaborasi cetak talenta digital unggul

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Zita Meirina
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Mengapa Iran semakin menargetkan UEA dalam pesan perangnya?

    Teheran, Iran – Pihak yang berwenang Iran semakin menyoroti hal ini Uni Emirat Arab (UEA) dalam pesan perang mereka, dan telah memperingatkan akan adanya serangan yang lebih kuat terhadap negara…

    Ukraina menyerang fasilitas gas Rusia yang jauh setelah serangan Moskow menjatuhkan 6 orang

    Ukraina telah menyerang fasilitas gas di wilayah Orenburg barat daya Rusia, lebih dari 1.500 km (932 mil) dari perbatasan Ukraina, menurut Presiden Volodymyr Zelenskyy. Zelenskyy mengatakan dalam pidato video hariannya…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *