Kapolri: Cooling system terus digalakkan guna cegah polarisasi pilkada

Pilkada 2024

Kapolri: Cooling system terus digalakkan guna cegah polarisasi pilkada

  • Senin, 11 November 2024 21:04 WIB
Kapolri: Cooling system terus digalakkan guna cegah polarisasi pilkada
Anggota Komisi III DPR Stevano Rizki berjabat tangan dengan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit usia raker di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (11/11/2024). ANTARA/HO-DPR (ANTARA)

Alhamdulillah, dari penelitian Seth Soderberg (peneliti politik Indonesia dari Harvard University) dan Burhanuddin Muhtadi (Guru Besar bidang Ilmu Politik UIN Syarif Hidayatullah), tingkat polarisasi masyarakat Indonesia turun signifikan berkat upaya

Jakarta (ANTARA) – Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo mengatakan bahwa kepolisian terus menggalakkan cooling system untuk mencegah terjadinya polarisasi dalam masa Pilkada Serentak 2024.

“Tentunya kami concern terkait dengan masalah potensi polarisasi yang akan terjadi karena ini dilakukan serentak, maka kami menggelar Satgas Nusantara Cooling System,” kata dia dalam rapat bersama Komisi III DPR RI di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin.

Jenderal Pol. Listyo Sigit mengungkapkan, hasil survei Global Risk Report 2024 menunjukkan bahwa misinformasi dan disinformasi menjadi faktor utama terjadinya polarisasi dalam Pilkada.

Baca juga: Kapolri sebut berita hoaks menjadi ancaman tertinggi di Pilkada 2024

Oleh karena itu, kata dia, Polri melaksanakan beberapa langkah mitigasi untuk mencegahnya, diantaranya melakukan sambang, sosialisasi, patroli siber, hingga deklarasi pemilu damai.

“Kemudian, meminta blokir terkait dengan informasi hoaks dengan bekerja sama dengan Kemenkomdigi. Lalu, memviralkan konten-konten positif dalam rangka menggelorakan untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan di atas kelompok,” ucapnya.

Berkat upaya kontrapolarisasi tersebut, Jenderal Pol. Listyo Sigit mengungkapkan bahwa hasil survei menunjukkan bahwa tingkat polarisasi menurun.

“Alhamdulillah, dari penelitian Seth Soderberg (peneliti politik Indonesia dari Harvard University) dan Burhanuddin Muhtadi (Guru Besar bidang Ilmu Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah), tingkat polarisasi masyarakat Indonesia turun signifikan berkat upaya kontrapolarisasi berupa cooling system,” ucapnya.

Baca juga: KPU RI sebut telah antisipasi ancaman hoaks di Pilkada 2024

Kendati demikian, menurutnya, polarisasi tidak sepenuhnya hilang lantaran masih ada garis pemisah, seperti identitas maupun SARA.

“Masih ada garis pemisah terkait dengan masalah identitas tertentu, isu SARA, masalah ekonomi dan kesenjangan, dan hal-hal yang bersifat laten yang dapat dimobilisasi. Ini tentunya menjadi perhatian kami,” ujarnya.

Diketahui, salah satu langkah yang telah dilaksanakan oleh Satgas Nusantara Cooling System adalah mengajak para tokoh agama, tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk menggelorakan Pilkada yang aman, damai dan lancar.

Kasatgas Nusantara Cooling System (NCS) Polri Brigjen Pol. Rudy Syafirudin mengatakan, dengan glorifikasi pilkada damai oleh para tokoh agama, masyarakat, dan lainnya maka Polri optimis bisa diterima oleh seluruh lapisan masyarakat.

Pewarta: Nadia Putri Rahmani
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Momen Prabowo Naik Maung Hadiri Pembukaan KTT ke-48 ASEAN di Filipina

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Prabowo hadir dalam forum internasional itu menggunakan mobil Maung Garuda. Dalam siaran YouTube Sekretariat Presiden,…

    Mimpi Aldi Bersama Istri dan Anak Merantau Kandas Usai Bus ALS Terbakar

    Jakarta – Suasana haru menyelimuti keluarga korban kecelakaan bus ALS yang menabrak truk tangki minyak di Sumatera Selatan, di posko RS Bhayangkara Moh Hasan Palembang. Salah satu keluarga korban, Hambali…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *