Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto Kembali Temukan Alat Pelacak di Mobilnya

MANTAN Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto, kembali menemukan alat pelacak PBX Finder yang ditempel di mobilnya pada Ahad sore, 14 Juni 2026.

Temuan itu diunggah Tiyo di takarir akun Instagram miliknya, @tiyoardianto_, pada hari yang sama. Tiyo mengatakan alat berbentuk lingkaran pipih itu ditemukan menempel di ban belakang sebelah kanan. Alat tersebut diketahui setelah Tiyo mendapatkan notifikasi di ponselnya pada Ahad sore.

“Saya menemukan ini dalam perjalanan menuju Bandara Jenderal Ahmad Yani, Semarang untuk berangkat ke Makassar,” kata Tiyo dalam unggahannya. 

Tiyo juga mengunggah tangkapan layar notifikasi di ponselnya. Notifikasi menyebutkan PBX Finder ditemukan bergerak bersama Anda. 

Tiyo mengatakan menulis temuan alat tersebut setibanya di Makassar. Ia akan menyampaikan informasi lengkapnya kemudian. “Kita tidak akan berhenti di sini. Kita tidak akan berhenti hari ini. Semakin diteror, semakin gacor,” ujar Tiyo.

Tiyo belum merespons pesan Tempo berkaitan dengan penemuan alat tersebut hingga berita ini ditulis.

Sebelumnya, Ketua BEM UGM 2025 ini juga menemukan alat pelacak bernama PBX Finder di bawah kerangka mobil yang sedang ia naiki. Kejadian itu diketahui Tiyo tak lama setelah mengikuti demonstrasi bersama elemen mahasiswa dan gerakan sipil di Gejayan, Yogyakarta, pada Sabtu, 13 Juni 2026.

“Saya baru sadar ada notifikasi penting dan genting, yaitu sebuah alat pelacak yang bernama PBX Finder ditemukan bergerak bersama saya,” katanya dalam takarir unggahan di Instagram.

Mendapati notifikasi tersebut, Tiyo langsung mengecek bagian-bagian mobilnya. Satu alat pelacak ditemukan Tiyo di bawah mobil tersebut. Dia mengatakan mobil itu milik saudaranya yang ia pinjam lantaran merasa kurang aman dalam bepergian belakangan ini.

“Saya tidak tahu siapa yang pasang alat pelacak itu,” ucap mahasiswa S-1 Filsafat UGM ini. Tiyo kemudian mengabarkan kejadian tersebut kepada beberapa orang terdekatnya. Mereka, kata dia, mengarahkan agar alat pelacak itu direndam di dalam air.

Tiyo mengatakan dugaan penguntitan menggunakan alat pelacak oleh orang tak dikenal ini tak lazim. Dia menyoroti cara rezim kekuasaan yang kerap meneror rakyat yang mengkritik kebijakan pemerintah.

Belakangan Tiyo menerima kabar dari rekan-rekannya di BEM UGM yang juga diganggu melalui pesan dari pengirim tak dikenal. Tiyo mengatakan sudah ada puluhan pesan yang diterima teman-temannya dari nomor yang sama sejak 13 Juni 2026. “Belum didata berapa banyak, tapi ada kemungkinan 30-an,” katanya.

Novali Pandji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini

  • Related Posts

    Populer: Pemecatan Dosen Atma Jaya hingga Tiyo Temukan Alat Pelacak

    SEJUMLAH artikel nasional yang tayang pada Ahad, 14 Juni 2026, menarik minat pembaca. Redaksi Tempo menghimpun tiga artikel yang paling banyak dibaca hingga pagi ini. Artikel terpopuler nasional Tempo yang…

    Pigai Tegaskan KemenHAM Tak Pernah Usulkan Pembangunan Kantor Baru

    Jakarta – Menteri Hak Asasi Manusia RI (HAM) Natalius Pigai menegaskan pihaknya tidak pernah mengusulkan anggaran untuk pembangunan kantor baru dalam pembahasan kebutuhan anggaran Tahun Anggaran 2027. Hal tersebut disampaikan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *