KJRI: 9 WNI Ditendang hingga Disetrum Militer Israel

KEPALA Perwakilan Konsulat Jenderal RI di Istanbul, Darianto Harsono mengatakan 9 warga negara Indonesia yang sempat ditangkap militer Israel mengalami kekerasan fisik. Kesembilan warga Indonesia ini diculik oleh zionis Israel ketika berada di perairan Siprus, Laut Mediterania, menuju Gaza, Palestina, dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0.

Darianto menjelaskan, kesembilan relawan berkewarganegaraan Indonesia ini telah dibebaskan oleh Israel dan dalam kondisi sehat. “Walaupun mereka selama tiga, empat hari mengalami kekerasan fisik: ada yang ditendang, dipukul, ataupun disetrum,” ujar Darianto melalui video yang diunggah pada akun Instagram @menluri, dikutip pada Jumat, 22 Mei 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Meski begitu, Darianto tak merincikan siapa saja atau berapa banyak WNI yang mendapat perlakuan tak manusiawi itu. Saat ini, Darianto berujar, KJRI Istanbul mengupayakan pemulangan mereka ke Tanah Air. “Nanti kami akan atur kepulangan saudara-saudara kita ke Tanah Air dalam kesempatan pertama,” tutur dia.

Operasi penangkapan oleh militer Israel terhadap rombongan Global Sumud Flotilla terjadi sejak Senin, 18 Mei 2026. Ratusan aktivis dan relawan pro-Palestina dikepung saat berada di perairan Siprus, Laut Mediterania menuju Gaza, Palestina, untuk menyalurkan bantuan. 

Global Peace Convoy Indonesia mengungkapkan, selama menjalani masa penahanan sejumlah delegasi telah melaporkan kepada GPCI bahwa mereka mengalami tindakan kekerasan dan perlakuan tidak manusiawi. Bentuk perlakuan yang dilaporkan antara lain pemukulan, penggunaan taser gun dan peluru karet, penghinaan, pelecehan, hingga pemaksaan posisi tubuh yang menyakitkan.

Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir juga mengunggah rekaman video yang menunjukkan tentara Israel menyiksa para relawan GSF yang ditangkap. Rekaman itu diunggah melalui akun X pada Rabu, 20 Mei 2026. 

Dalam video tersebut terlihat sejumlah relawan yang ditangkap oleh pasukan Israel. Salah seorang perempuan terdengar meneriakkan “free Palestine”, sebelum kepalanya ditarik dan dipaksa menunduk hingga menyerupai posisi sujud. Video itu juga memperlihatkan Ben-Gvir berkeliling memantau para relawan yang ditangkap.

Jurnalis TV Tempo, Andre Prasetyo Nugroho, menjadi salah satu korban penyanderaan. Andre mengaku dalam keadaan sehat kendati memiliki banyak luka di beberapa bagian tubuhnya.

Menurut dia, luka yang didapatkannya masih lebih baik dari pada luka yang dialami relawan lain. “Yang lain lebih parah. Ada yang patah segala macam,” kata dia dari Istanbul saat menghubungi Tempo menggunakan telepon seluler milik staf kedutaan, Kamis. 

Pemerintah Indonesia mengutuk tindak kekerasan dan penganiayaan yang dilakukan oleh zionis Israel terhadap relawan misi kemanusiaan GSF 2.0 selama masa penahanan. “Tindakan yang merendahkan martabat warga sipil dalam sebuah misi kemanusiaan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional yang tidak dapat ditoleransi,” ucap Menteri Luar Negeri Sugiono dalam keterangan video pada Kamis, 21 Mei 2026.

  • Related Posts

    Viral Yakuza Maneges Tempel Stiker di Lapak PKL, Pendiri Bantah Pungli

    Kediri – Viral video organisasi Yakuza Maneges Pusat Kediri menempelkan stiker di sejumlah lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di kawasan Jalan Dhoho, Kota Kediri, Jawa Timur. Pendiri Yakuza Maneges, Den…

    Prabowo Panggil Burhanuddin Abdullah hingga Rosan ke Istana, Ada Apa?

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto memanggil sejumlah menteri sektor ekonomi hingga Ketua Tim Pakar sekaligus inisiator dari Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) ke Istana Kepresidenan, Jakarta. Ada…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *