22 Tahun Berdiri, KPK Jerat 1.880 Pelaku Korupsi Jadi Tersangka

JakartaKPK mengungkap perjalanan menangani perkara selama 22 tahun berdiri. Total sudah ada 1.880 orang yang ditetapkan tersangka.

Hal ini disampaikan langsung oleh Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu dalam kegiatan media gathering di kawasan Anyer, Kabupaten Serang, Banten, Rabu (20/5/2026). Asep mengatakan, dari banyaknya kasus yang ditangani tersebut, KPK telah menetapkan 1.720 tersangka laki-laki dan 160 tersangka perempuan.

“Dari 1.880 tindak pidana korupsi yang ditangani oleh KPK, 1.720-nya pelakunya adalah laki-laki. Sedangkan 160-nya, itu perempuan,” jelas Asep.

Beberapa waktu sebelumnya, Wakil Ketua KPK Ibnu Basuki Widodo juga sempat berbicara perihal perilaku para koruptor yang menyamarkan hasil korupsi sehingga menjadi Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Aliran uang itu bukan hanya ke keluarga, tapi juga selingkuhan.

Hal tersebut disampaikan Ibnu saat acara Sosialisasi Penguatan Integritas dan Praktik Antikorupsi dilihat di kanal YouTube Pengadilan Negeri (PN) Purwokerto, Minggu (19/4). Sosialisasi ini digelar di PN Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.

Mulanya, Ibnu mengatakan hasil korupsi berkaitan erat dengan TPPU. Pihaknya sering menemukan kasus tersebut di mana pengusutannya bisa dilakukan berbarengan.

“Kalau ada korupsi muncul biasanya akan muncul TPPU, biasanya begitu, bisa bersama-sama bisa sesudahnya, kalau bersama-sama itu komplit sudah buktinya kalau sendiri-sendiri bukti terhadap TPPU atau menyelesaikan tindak pidana pokoknya dulu setelah itu TPPU muncul,” kata Ibnu.

Ibnu mengungkap TPPU dilakukan para koruptor untuk menyamarkan hasil korupsi. Uang haram itu, katanya, diberikan koruptor ke keluarga, sumbangan amal sana sini hingga piknik.

“Begitu melakukan korupsi, si koruptor sudah memberikan ke semuanya, istri sudah anak sudah, keluarga sudah, untuk amal ibadah sudah, sumbangan sana-sini sudah, piknik sudah, untuk tabungan sudah, bingung ke manakah uang Rp 1 miliar ini,” ujarnya.

“Kalau ditaruh kolong takut dimakan kecoa, kalau ditaruh tabungan-tabungan lagi takut PPATK,” tambahnya.

Di sinilah, Ibnu mengatakan koruptor juga menyamarkan uang hasil korupsinya dengan memberikan ke selingkuhannya. Rata-rata, kata Ibnu, 81% koruptor laki-laki melakukan ini.

“Kemudian ke mana dia biasanya, pelakunya banyaknya laki-laki Pak, 81% laki-laki, ke mana, ah ngelihat ini yang cantik-cantik di sana, mulai cari yang bening-bening ini, didekati ‘adindaku kuliah di mana adinda’ ‘hai mas’ si cewek, padahal sudah tua dibilang mas, ‘kok kamu bilang mas’ ‘bapak masih muda’. Itu cerita di sana tapi betul itu adanya, ratusan juta dikucurkan ke cewek itu,” tuturnya.

(kuf/ygs)

  • Related Posts

    Pemerintahan Trump mendakwa Raul Castro dari Kuba atas penembakan pesawat tahun 1996

    Jaksa federal Amerika Serikat telah mendakwa mantan Presiden Kuba Raul Castro sehubungan dengan jatuhnya pesawat pada tahun 1996 yang dioperasikan oleh kelompok vinil yang bermarkas di Miami, Brothers to the…

    Trump bercanda tentang mencalonkan dirinya sebagai perdana menteri Israel

    Umpan Berita Donald Trump bercanda bahwa dia bisa mencalonkan dirinya sebagai perdana menteri Israel setelah mengklaim dia mendapat dukungan ‘99%’ di Israel. Presiden AS berbicara kepada wartawan tentang perang terhadap…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *