Thomas Massie dari Partai Republik yang menentang kekalahan Trump dalam pemilihan pendahuluan di Kentucky

Dengan perkiraan 72 persen suara yang telah dihitung, Ed Gallrein memimpin dengan 54,4 persen dan Massie 45,6 persen.

Presiden AS Donald Trump memperketat cengkeramannya pada Partai Republik ketika para pemilih di Kentucky mengutarakan salah satu dari sedikit anggota parlemen yang bersedia secara terbuka menantang otoritasnya.

Anggota kongres Thomas MassieKekalahan Trump, yang diprediksi oleh jaringan berita AS, termasuk NBC dan CNN, sekitar dua jam setelah pemungutan suara ditutup pada hari Selasa, menandai kemenangan lain dalam kampanye Trump untuk mempengaruhi perbedaan pendapat di kalangan Partai Republik.

Cerita yang Direkomendasikan

daftar 4 barang

daftar akhir

Dengan perkiraan 72 persen suara sudah dihitung, mantan Navy SEAL Ed Gallrein memimpin dengan 54,4 persen suara, sedangkan Massie 45,6 persen.

Kantor berita Associated Press memenuhi persaingan untuk mendapatkan Gallrein, yang kampanyenya didukung oleh dukungan Trump serta jutaan dolar dari kelompok lobi politik pro-Trump dan pro-Israel.

Itu kontessecara luas dijelaskan sebagai paling mahal Pemilihan pendahuluan Dewan Perwakilan Rakyat dalam sejarah AS, menghabiskan lebih dari $32 juta untuk iklan dan menawarkan bukti terbaru tentang dominasi Trump atas Partai Republik. Hal ini menyusul melemahnya kritik utama Trump lainnya, Senator, pada hari Sabtu Bill Cassidy dari Louisianaserta kerugian bagi anggota parlemen negara bagian yang berbeda pendapat dari Partai Republik di Indiana awal bulan ini.

“Massie mendapatkan Trump. Donald Trump adalah matahari, bulan, dan bintang di Partai Republik di Kentucky,” kata ahli strategi Partai Republik yang berbasis di Kentucky, TJ Litafik.

Sebuah ujian terhadap pengaruh Trump

Pemungutan suara di Kentucky mengutamakan ketat sebagai ujian apakah Trump tetap mempertahankan dukungannya terhadap pemilih Partai Republik meskipun ada kekhawatiran atas perangnya terhadap Iran, meningkatkan inflasi dan menurunkan peringkat persetujuan pribadi, dan apakah masih ada ruang di partai tersebut bagi anggota parlemen yang ingin memutuskan hubungan dengan Trump.

Massie telah membuat Trump marah karena menentang tindakan militer AS di Iran dan Venezuela, mengharapkan bantuan kepada Israel, menolak sebagian agenda presiden, dan mendukung upaya untuk merilis dokumen terkait mendiang pelaku kejahatan seks Jeffrey Epstein.

Presiden Trump menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menyerang Massie, seorang anggota kongres yang sudah menjabat selama tujuh periode dan berhaluan libertarian, dengan menyebutnya sebagai orang yang “tolol”, “orang gila”, dan “orang yang tidak bertanggung jawab”.

“Berurusannya sungguh mengerikan. Saya kira dia bukan seorang Republikan… Dia bukan seorang libertarian,” kata Trump kepada wartawan setelah pemungutan suara dibuka pada hari Selasa.

“Kadang-kadang mereka mengatakan dia benar-benar seorang okrat yang bodoh. Dia selalu memberikan suara yang menentang kita,” kata Trump, menggunakan julukan yang sering dia gunakan untuk melawan Partai Demokrat.

‘Saya tidak mencalonkan diri melawan Presiden Trump’

Di kota Covington, Kentucky utara, Rob Barkley, mantan pendukung Trump yang mendukung Massie, mengatakan serangan presiden telah mendorongnya semakin mendekati anggota kongres.

“Dia berada di pihak Partai Republik, jadi dia mempunyai pola pikir konservatif,” kata Barkley kepada media AS setelah memberikan suaranya.

“Tetapi dia tidak terlalu condong ke sayap kanan seperti politik Trump,” katanya.

Massie, yang memberikan suara mendukung Trump sekitar 90 persen selama masa jabatan presiden kedua, menganggap pemilu tersebut sebagai ujian yang lebih luas terhadap independensi Partai Republik.

“Saya tidak mencalonkan diri melawan Presiden Trump. Kebanyakan orang yang memilih saya mendukung Presiden Trump seperti saya,” kata Massie.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth juga jarang muncul di distrik Massie pada hari Senin untuk berkampanye ke Gallrein.

Undang-undang federal membatasi pegawai pemerintah untuk terlibat dalam aktivitas politik partisan saat bertugas, namun kantor Hegseth mengatakan dia hadir dalam kapasitas pribadi dan tidak ada uang pembayar pajak yang digunakan.

Trump kemudian mengungkapkan bahwa kemunculan Hegseth dalam kampanyenya terjadi hanya beberapa jam sebelum AS mengumumkan akan meluncurkan kampanye baru serangan militer terhadap Iranmeski pengoperasiannya kemudian ditunda.

Beberapa negara bagian AS, termasuk Georgia dan Pennsylvania, mengadakan pemilihan pendahuluan pada hari Selasa sebelum pemilihan bulan November pemilu paruh waktunamun perlombaan di Kentucky muncul sebagai salah satu perlombaan yang paling banyak ditonton pada malam itu.

Massie, yang pertama kali terpilih pada tahun 2012, telah lama menjadi salah satu pengkritik Trump yang paling gigih dari Partai Republik.

  • Related Posts

    Kemenlu: WNI yang Ditangkap Israel Bertambah Jadi 9 Orang

    KEMENTERIAN Luar Negeri menyampaikan seluruh warga negara Indonesia yang berpartisipasi dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla telah diculik pasukan Israel dalam operasi penyergapan kapal-kapal bantuan untuk Palestina sejak Senin, 18…

    Gestur Prabowo Cari Kopi di Podium Curi Perhatian Sidang Paripurna DPR

    Jakarta – Gestur Presiden Prabowo Subianto mencuri perhatian di tengah pidatonya saat rapat paripurna di Gedung DPR. Prabowo sempat celingukan mencari kopi yang berada di podium tempatnya berbicara. Awalnya, Prabowo…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *