Sindikasi Desak Pemerintah Bebaskan WNI yang Ditahan Israel

SERIKAT Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi) mendesak pemerintah Indonesia untuk membebaskan aktivis dan jurnalis Indonesia yang ditahan oleh Israel. Sembilan warga negara Indonesia ditahan oleh militer Israel di perairan internasional saat berada di kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Sindikasi mendesak Kementerian Luar Negeri RI untuk melakukan langkah diplomatik maksimal. “Untuk memastikan keselamatan dan pembebasan seluruh WNI yang ditahan oleh Israel,” kata Ketua Umum Sindikasi Ikhsan Raharjo dalam keterangannya, Selasa, 19 Mei 2026.

Menurut Ikhsan, pemerintah Indonesia juga harus memperkuat tekanan diplomatik internasional agar akses bantuan kemanusiaan ke Gaza tidak dihalangi. Ia berujar upaya itu patut dilakukan melalui berbagai forum bilateral maupun multilateral.

Sindikasi juga mengutuk pencegatan aktivis dan jurnalis oleh militer Israel. Organisasi kolektif pekerja media dan kreatif ini menyebut tindakan itu termasuk penculikan.

Angkatan Laut Israel mencegat dan menangkap kru dan awak kapal Global Sumud Flotilla 2.0 pada Senin kemarin. Rombongan ini adalah koalisi masyarakat sipil internasional yang berusaha mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina.

Terdapat sembilan warga negara Indonesia yang tergabung dalam Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) dalam rombongan ini. Setidaknya tiga di antara mereka adalah jurnalis, yaitu Bambang Noroyono dan Thoudy Badai Rifan Billah dari Republika serta Andre Prasetyo Nugroho dari Tempo TV.

Armada Global Sumud Flotilla berangkat dari Kota Marmaris, Turki pada Kamis 14 Mei 2026 bersama 54 kapal dengan awak yang berasal dari sekitar 70 negara serta membawa bantuan makanan dan obat-obatan. Armada ini memasuki perairan internasional dan berada sekitar 310 mil laut dari Gaza saat ditangkap militer Israel.

Jurnalis Andre Prasetyo Nugroho hilang kontak di perairan dekat Gaza setelah kapal logistik kemanusiaan yang ditumpanginya, Ozgurluk, dicegat oleh militer Israel pada Senin.

Produser TV Tempo Dheayu Jihan mengatakan komunikasi terakhir dengan Andre tercatat pada Ahad malam sekitar pukul 22.42 WIB. Dalam kontak tersebut, Andre mengabarkan posisinya yang sudah mulai memasuki zona merah.

Nomor telepon Andre terdeteksi masih aktif hingga Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB. Pihak redaksi di Jakarta mencoba mengirimkan pesan teks untuk memantau kondisi Andre.

Pesan tersebut terkirim dengan status centang dua, namun tidak mendapatkan respons. Ponsel Andre kemudian dipastikan sudah tidak aktif saat pesan berikutnya yang dikirimkan pada pukul 14.30 WIB hanya bercentang satu. 

Menurut Jihan, sejak saat itu tidak ada kabar lagi mengenai keberadaan Andre sampai akhirnya redaksi mendapatkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada pukul 21.15 WIB.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan mengecam keras tindakan militer Israel yang telah mencegat sejumlah kapal yang tergabung dalam rombongan misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) ini. Kementerian pun mendesak Pemerintah Israel untuk segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan. 

“Kami akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI, sekaligus menyiapkan langkah kontingensi, termasuk fasilitasi pelindungan dan percepatan proses pemulangan apabila diperlukan,” ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Yvonne Mewengkang kepada Tempo, Senin malam, 18 Mei 2026. 

Dede Leni Mardianti dan Riani Sanusi Putri berkontribusi dalam penulisan artikel ini
  • Related Posts

    Mansour Kaziha, Nader Awad diidentifikasi sebagai korban serangan Masjid San Diego

    Pihak berwenang mengkonfirmasi identitas dua pria lainnya yang terbunuh dalam serangan terhadap Islamic Center San Diego, dalam insiden kebencian terbaru di Amerika Serikat. Pejabat masjid pada hari Selasa mengatakan Mansour…

    Polisi Selidiki Kematian Mahasiswi Unhas Diduga Lompat dari Gedung FT

    Gowa – Penyidik Polres Gowa masih menyelidiki kasus kematian mahasiswi semester akhir Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas) berinisial PJT (19) yang ditemukan tewas di area parkir kampus tersebut.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *