Hampir 2 juta umat Islam bersiap untuk memulai ibadah haji tahunan ke Mekah, yang dimulai pada tanggal 25 Mei, setelah penampakan bulan sabit di Arab Saudi.
Haji adalah pertemuan tahunan umat Islam terbesar di seluruh dunia dan merupakan perjalanan sekali seumur hidup bagi banyak orang. Ini juga merupakan rukun Islam yang kelima.
Cerita yang Direkomendasikan
daftar 4 barang
- daftar 1 dari 4Haji menjelaskan secara visual
- daftar 2 dari 4Air Haji: Panduan bergambar sederhana tentang Zamzam
- daftar 3 dari 4Haji menjelaskan: Sebuah perjalanan melalui ritual utama ibadah haji umat Islam
- daftar 4 dari 4‘Di masa lalu, dunia aman’: persatuan abadi keluarga Tepi Barat
daftar akhir
Dalam penjelasan visual ini, kita melihat bagaimana umat Islam melaksanakan ibadah haji, termasuk langkah-langkah utama, ritual dan persiapannya.
Apa itu haji?
Haji adalah ziarah tahunan ke Mekkah, Arab Saudi. Ini adalah rukun Islam yang kelima dan terakhir, bersama dengan pernyataan iman (syahadat), shalat lima waktu, zakat, dan puasa selama bulan Ramadhan.
Kata tersebut berasal dari akar kata Arab “hjj”, yang berarti “berniat melakukan perjalanan” atau “berangkat untuk tujuan yang pasti”.
Wajib sekali seumur hidup bagi seluruh umat Islam dewasa yang mampu secara fisik dan finansial untuk melakukan perjalanan tersebut.

Kapan haji dilaksanakan?
Haji dilakukan antara tanggal 8 dan 12 (atau 13) Dzulhijjah, bulan ke-12 dan terakhir dalam kalender Islam.
Waktunya jatuh kira-kira 70 hari setelah akhir Ramadhan, meskipun hal ini sedikit berbeda tergantung pada siklus bulan.
Pada tahun 2026, ibadah haji akan berlangsung dari tanggal 25 hingga 27 Mei, namun banyak jamaah yang tiba di Arab Saudi beberapa minggu sebelumnya untuk mempersiapkan perjalanan.
Karena kalender Islam mengikuti siklus lunar, dengan bulan-bulan yang berlangsung selama 29 atau 30 hari, haji bergeser 10 hingga 12 hari lebih awal setiap tahunnya dalam kalender Masehi.

Mengapa umat Islam melakukan ibadah haji?
Umat Muslim percaya bahwa haji adalah perintah langsung dari Tuhan, sebagaimana diwujudkan dalam Al-Qur’an.
Ziarah perpisahan Nabi Muhammad SAW pada tahun 632 M menegaskan langkah-langkah pada tahun ke 10 kalender Islam, dan disebutkan dalam Al-Quran hampir belasan kali.
Haji dimulai bahkan sebelum jamaah memasuki Mekah.
Perjalanan ini bersifat spiritual, dan dianggap memungkinkan umat Islam untuk mencari pengampunan, menyucikan jiwa mereka dan menunjukkan ketundukan mereka kepada Tuhan.
Bagaimana pelaksanaan ibadah haji?
Umat Muslim melakukan banyak ritual dan ritual selama lima hari haji, yang dapat dijelaskan dalam langkah-langkah berikut.

hari 1
Ihram : Memasuki ibadah haji
Sebelum memasuki Mekah, jamaah memasuki keadaan suci yang disebut ihram. Setelah niat menunaikan ibadah haji, laki-laki berganti pakaian berwarna putih dan perempuan mengenakan pakaian sopan. Pakaian pokok melambangkan kesetaraan, kerendahan hati, dan persatuan di hadapan Tuhan, dimana perbedaan kebangsaan, kekayaan, dan status hilang.

2. Tawaf : Mengelilingi Ka’bah
Setelah memasuki Mekah, jamaah mengelilingi Ka’bah – sebuah bangunan kubik di Masjid al-Haram (Masjid Agung) yang berfungsi sebagai kiblat, menghadap umat Islam saat salat – sebanyak tujuh kali berlawanan arah jarum jam. Irama bersama ini melambangkan kesatuan dalam ibadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.


3. Sa’i : Berjalan antara Safa dan Marwah
Peziarah kemudian dapat melakukan sa’i, yaitu ritual berjalan tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa.
Ritual ini menelusuri kembali pencarian air di lembah gurun Mekah oleh istri Nabi Ibrahim (Ibrahim), Hagar (Hajar), untuk putra mereka, Ismail (Ismail), sebelum Zamzam dengan baik muncul.
Dalam tradisi Islam, sumur ini telah menyuplai air murni di gurun gersang selama lebih dari 4.000 tahun dan terus memberi makan para peziarah hingga saat ini.


4. Mina: Kota tenda
Peziarah kemudian melanjutkan ke Mina, sekitar 8 km (5 mil) timur Ka’bah, di mana mereka akan bermalam dalam doa dan refleksi.
Mina terkenal sebagai “kota tenda” karena luasnya 100.000 tenda putih yang menampung jutaan peziarah.

hari ke-2
5. Arafah : Hari utama haji
Pada hari kedua ibadah haji, jamaah tiba lebih awal di dataran Gunung Arafat, sekitar 15 km (9 mil) dari Mina. Mereka menghabiskan sore hari dengan wuquf (berdiri) dari zuhur hingga matahari terbenam, berdoa, dan bertaubat.
Arafah adalah ritual haji terpenting dan melambangkan pendahuluan Hari Pembalasan. Umat Islam di seluruh dunia dianjurkan untuk berpuasa pada hari ini dan melakukan doa serta refleksi.

6. Muzdalifah : Tidur di bawah langit terbuka
Setelah matahari terbenam, peziarah melakukan perjalanan ke Muzdalifah, yang berjarak 9 km (5,5 mil). Di sana, mereka melaksanakan salat maghrib dan isya sebelum mengumpulkan kerikil untuk ritual keesokan harinya.

hari ke 3
Pada hari ini, umat Islam di seluruh dunia merayakan hari pertama Idul Adha, atau hari raya kurban.
Sejak dini hari, jamaah haji melakukan serangkaian ritual, dimulai dengan berjalan kaki kembali ke Mina.

7. Rajam tiang
Peziarah memasuki Mina, di mana mereka melemparkan tujuh kerikil ke pilar batu terbesar dari tiga pilar. Ritual ini melambangkan rajam setan yang melambangkan penolakan terhadap godaan setan.

8. Kurban saat Idul Adha
Para peziarah, atau agen atas nama mereka, mempersembahkan korban hewan untuk mengenang kesediaan Abraham untuk menyumbangkan anak dalam ketaatan kepada Tuhan.
9. Memotong atau mencukur rambut
Laki-laki mencukur atau mencukur rambut mereka, dan perempuan memotong sebagian kecil rambutnya. Ini melambangkan pembaruan spiritual.

10. Tawaf utama
Jamaah haji kembali ke Mekkah untuk melakukan tawaf, mengelilingi Ka’bah, dilanjutkan dengan sa’i, berjalan tujuh kali antara bukit Safa dan Marwa.

Hari ke 4 dan 5
Peziarah kembali ke Mina dan melakukan rami (rajam) ketiga tiang batu setiap hari. Jamaah haji yang tinggal satu hari lagi kembali mengulangi ritual rajam di ketiga rukun tersebut sekali lagi.
Sebelum meninggalkan Mekkah, jamaah melakukan tawaf terakhir mengelilingi Ka’bah, yang dikenal sebagai tawaf al-wada atau “tawaf perpisahan”, yang menandakan perpisahan spiritual terhadap tempat suci.
Bagaimana umat Islam menandai akhir haji?
Umat Islam menandai akhir haji dengan Idul Adha, yang dirayakan pada tanggal 10 Dzulhijjah dan berlangsung hingga tiga hari di banyak negara.
Hari itu dimulai dengan salat khusus segera setelah matahari terbit, saat umat Islam berkumpul di masjid atau tempat terbuka, mengenakan pakaian terbaik mereka. Sisa hari dihabiskan dengan berbagi makanan, bertukar hadiah, dan mengunjungi keluarga dan teman. Ucapan “Idul Fitri”, yang berarti “Idul Fitri yang Berkah,” biasa diucapkan.
Idul Adha juga melibatkan ritual pengorbanan hewan yang disebut Qurban. Umat Islam yang mampu menyembelih seekor domba, kambing, sapi, atau unta, dan dagingnya dibagi menjadi tiga bagian: satu untuk keluarga, satu untuk sanak saudara dan sahabat, dan satu lagi untuk mereka yang membutuhkan.






