Jakarta – Plt Sekretaris Jenderal MPR RI, Siti Fauziah mengajak kaum perempuan untuk tidak takut melakukan deteksi dini demi menjaga kesehatan dan kualitas hidup jangka panjang. Ia juga membagikan pengalaman pribadinya saat menghadapi kekhawatiran setelah mengalami gangguan kesehatan pada payudara sekitar 17 tahun lalu.
“Pada tahun 2009, saat mendampingi Ibu Mooryati Soedibyo, beliau menyarankan saya untuk melakukan pemeriksaan. Ternyata, ditemukan benjolan di kiri dan kanan payudara saya ukuran 4 cm dan 2,5 cm. Meskipun sempat diminta biopsi, saya memilih untuk memantau kondisinya,” kata Titi, dalam keterangan tertulis, Selasa (12/5/2026).
Hal itu disampaikannya saat membuka acara kesehatan bertajuk Kartini Masa Kini, Budayakan Deteksi Dini di Ruang Delegasi, Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (11/5) kemarin.
Sejak saat itu, pemeriksaan kesehatan rutin terus dilakukannya. Pada 2025 lalu, ia kembali menjalani pemeriksaan menyeluruh dan hasilnya menunjukkan kondisi benjolan tersebut tidak ganas.
“Alhamdulillah, hasilnya menunjukkan bahwa benjolan tersebut bukan kanker ganas dan ukurannya justru mengecil. Intinya, memiliki benjolan bukan berarti akhir segalanya. Yang paling penting adalah tahu lebih awal agar tidak menjadi beban pikiran dan bisa ditangani dengan tepat,” sambungnya.
Sesjen perempuan pertama di MPR RI itu menegaskan pemeriksaan kesehatan seharusnya tidak menjadi momok, melainkan langkah preventif sekaligus bentuk penghargaan terhadap diri sendiri.
Siti Fauziah berharap kegiatan hasil kerja sama MPR RI dengan Rhemedi Medical Services dan Siloam Hospitals Group itu dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai upaya mempermudah akses layanan kesehatan bagi pegawai Sekretariat Jenderal MPR RI.
Ia juga mendorong para pegawai untuk lebih berani menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh, termasuk PET Scan.
“Saya juga mengajak Bapak dan Ibu sekalian untuk lebih berani melakukan pemeriksaan menyeluruh salah satunya dengan PET Scan. Kemarin, saat ada program tersebut, hampir tidak ada yang berani ikut kecuali saya sendiri. Padahal, prosedurnya tidak menakutkan dan jauh lebih akurat untuk memetakan kondisi fisik kita di masa depan,” tuturnya.
Di sisi lain, Presiden Direktur Siloam Hospitals Group, David Utama mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memerangi kanker payudara melalui program SELANGKA atau Semangat Lawan Kanker.
Menurutnya, hingga kini program tersebut telah melayani sekitar 55 ribu perempuan di hampir seluruh provinsi di Indonesia. Pada 2026, pihaknya menargetkan tambahan fasilitas skrining bagi 22 ribu perempuan.
“Banyak yang takut karena khawatir mengetahui penyakitnya. Padahal, sel kanker itu tidak akan hilang jika diabaikan. Justru dengan ditemukan lebih awal, tingkat penyembuhan akan sangat tinggi,” tuturnya.
Di kesempatan yang sama, Founder Remedy Medical Service, dr. Reza Maulana menilai kegiatan tersebut penting untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dari pendekatan kuratif menjadi preventif.
“Kita terlalu sering menunggu gejala. Padahal, dengan teknologi medis saat ini, kita mampu bergerak lebih awal untuk mendeteksi dini sekaligus melakukan intervensi sebelum kondisi terlambat,” tegasnya.
Kegiatan pemeriksaan kesehatan yang berfokus pada deteksi dini kanker payudara dan kelainan abdomen melalui USG radiologi itu diikuti antusias para pegawai MPR RI. Adapun kuota pemeriksaan terdiri dari 200 pemeriksaan kanker payudara dan 100 pemeriksaan abdomen.
Selain pemeriksaan kesehatan, acara tersebut juga menghadirkan talkshow dan edukasi kesehatan bertema ‘Deteksi Dini sebagai Budaya Baru untuk Menjaga Kesehatan’.
(anl/ega)




