Anggota parlemen Filipina telah memakzulkan Wakil Presiden Sara Duterte untuk kedua kalinya dalam dua tahun, yang merupakan pukulan besar terhadap ambisinya menjadi presiden pada tahun 2028. Pemungutan suara tersebut memperdalam masalah keluarga Duterte ketika ayahnya, mantan Presiden Rodrigo Duterte menghadapi kemungkinan diadili di Pengadilan Kriminal Internasional atas ‘perang melawan narkoba’ yang mengancam orang.
Diterbitkan Pada 11 Mei 2026





