Mampukah perekonomian Asia mengatasi dampak perang Iran?

Biaya bahan bakar, inflasi dan tekanan utang sedang menguji perekonomian Asia.

Bekerja dari rumah. Antrian bahan bakar. Pemadaman listrik. Ini adalah dampak perang terhadap Iran di seluruh Asia. Pemerintah-pemerintah berupaya keras untuk melindungi perekonomian mereka dari dampak krisis energi terburuk.
Beberapa menjatah bahan bakar. Negara-negara lain menerapkan kembali subsidi atau membatasi ekspor sama sekali. Dan semakin lama terganggunya Selat Hormuz, maka hal tersebut akan semakin buruk – dan hal ini juga berdampak buruk bagi negara-negara yang rentan.

Meningkatnya harga minyak meningkatkan tagihan impor – sama seperti penurunan pengiriman uang dan melemahnya mata uang. Bahan bakar, makanan, pupuk, dan utang yang harganya dalam dolar menjadi lebih mahal, sehingga memaksa pemerintah untuk menghemat cadangan, meminjam lebih banyak, atau melakukan pemotongan di tempat lain.

  • Related Posts

    Berita Terkini, Berita Hari Ini Indonesia dan Dunia | tempo.co

    Asas jurnalisme kami bukan jurnalisme yang memihak satu golongan. Kami percaya kebajikan, juga ketidakbajikan, tidak menjadi monopoli satu pihak. Kami percaya tugas pers bukan menyebarkan prasangka, justru melenyapkannya, bukan membenihkan…

    Prabowo Didesak Segera Eksekusi Rekomendasi Reformasi Polri

    SETARA Institute menilai tindak lanjut rekomendasi Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP) akan menjadi ujian sesungguhnya bagi komitmen pemerintah dalam menjalankan reformasi kepolisian. Organisasi itu meminta Presiden Prabowo Subianto segera mengeksekusi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *