Kisah Mbah Kibar, Pelukis di Sleman yang Berjuang Lunasi Utang Rp 500 Juta

Jakarta

Suhardiyono Kibar, seniman yang kini berusia 76 tahun, tengah berjuang melunasi utang ratusan juta rupiah dengan melukis. Mbah Kibar, sapaan karibnya, menolak mengemis dan memilih terus melukis untuk melunasi utangnya.

Dilansir detikJogja, Minggu (19/4/2026), Mbah Kibar tengah terjerat utang Rp 500 juta atas namanya. Akibat utang itu, tanah warisan keluarganya terancam disita bank.

Selama puluhan tahun, Mbah Kibar mengaku menghidupi keluarganya dari hasil menjual lukisan. Sejumlah karyanya bahkan pernah dipamerkan, termasuk pameran tunggal dalam beberapa tahun terakhir.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Saya profesional saja. Saya nggak perlu didonasi. Saya masih mampu untuk melukis,” kata Kibar saat ditemui di rumah joglo daerah Ngemplak.

Selain terbebani utang ratusan juta rupiah yang menggunakan namanya, rumah yang ia tempati di wilayah Banguntapan juga mengalami kerusakan parah hingga ambruk. Kini, ia merasa lebih tenang karena memiliki tempat tinggal yang layak sekaligus ruang untuk terus berkarya. Di rumah barunya itu, ia juga difasilitasi untuk melukis.

“Rumah saya ambruk, rusak berat. Kalau hujan itu ngeri,” ujarnya.

Baca berita selengkapnya di sini.

(whn/imk)

  • Related Posts

    Bodjong Night Market Hidupkan Ekonomi Malam Semarang

    INFO TEMPO – Kawasan Kota Lama Semarang kini semakin semarak dengan hadirnya Bodjong Night Market, destinasi kuliner malam terbaru yang menjadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi kreatif di jantung ibu…

    Kurangnya uang tunai mencengkeram Yaman meskipun mata uangnya stabil

    Mukalla, Yaman – Langkah-langkah pemerintah Yaman untuk mengekang devaluasi riyal Yaman akhirnya membuahkan hasil, namun hal ini telah menciptakan masalah lain: krisis likuiditas yang parah. Bank sentral pemerintah, yang berbasis…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *