Perang Dunia Ketiga Hampir Terjadi, Pria Ini Berhasil Mencegahnya

Jakarta

Dunia pernah berada di ambang Perang Dunia Ketiga. Namun, ada seorang pria yang berhasil menggagalkan meletusnya Perang Dunia Ketiga.

Dilansir BBC, pria itu bernama Stanislav Petrov. Dia merupakan salah satu perwira Uni Soviet. Pada tahun 1983, Petrov bertugas sebagai petugas jaga yang mencatat peluncuran rudal musuh.

Tugasnya adalah mencatat setiap serangan rudal dari musuh dan melaporkannya kepada pimpinan militer dan politik Soviet. Dalam situasi politik tahun 1983, serangan balasan hampir pasti akan terjadi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, ketika ketegangan terjadi, Petrov mengaku selalu membeku di tempat jaganya.

“Sirene meraung, tetapi saya hanya duduk di sana selama beberapa detik, menatap layar merah besar yang menyala dengan tulisan ‘luncurkan’ di atasnya,” katanya dalam wawancara dengan BBC pada tahun 2013.

Sistem itu memberi tahu dia bahwa tingkat keandalan peringatan itu adalah “tertinggi”. Tidak ada keraguan. Amerika telah meluncurkan rudal.

“Semenit kemudian sirene berbunyi lagi. Rudal kedua diluncurkan. Kemudian yang ketiga, dan yang keempat, dan yang kelima. Komputer mengubah peringatan mereka dari ‘luncurkan’ menjadi ‘serangan rudal’,” katanya.

Dia mengatakan memiliki otoritas yang cukup luas dalam menentukan waktu laporan serangan. Begitu ada sinyal serangan musuh, ia harus melaporkannya ke atasan.

“Tidak ada aturan tentang berapa lama kami diizinkan untuk berpikir sebelum melaporkan serangan. Tetapi kami tahu bahwa setiap detik penundaan akan membuang waktu yang berharga; bahwa kepemimpinan militer dan politik Uni Soviet perlu diberitahu tanpa penundaan,” ujarnya.

“Yang harus saya lakukan hanyalah meraih telepon,” lanjutnya.

Laporan Serangan ‘Palsu’

Puncak ketegangan terjadi pada 26 September 1983. Tepatnya saat Petrov mendapat tugas jaga di bunker pengawasan pada dini hari.

Sistem peringatan dini Uni Soviet mendeteksi serangan rudal yang datang dari Amerika Serikat (AS). Pembacaan komputer menunjukkan beberapa rudal telah diluncurkan.

Protokol untuk militer Soviet adalah membalas dengan serangan nuklir mereka sendiri.

Namun, Petrov memutuskan untuk tidak melaporkannya kepada atasannya. Dia malah menganggapnya sebagai alarm palsu.

Tindakannya tersebut merupakan pelanggaran instruksi. Bahkan kelalaian dalam bertugas.

Petrov kemudian menjalani pemeriksaan internal. Dia mulai terpinggirkan karena kelalaian tersebut. Setahun kemudian, Petrov mengundurkan diri dari militer Uni Soviet.

Namun, hingga bertahun-tahun kemudian cerita ini tetap menjadi konsumsi internal militer Soviet. Soviet kemudian bubar pada tahun 1991.

Cerita Petrov akhirnya tersebar pada tahun 2004. Ia dipuji-puji atas langkahnya itu. Berkat tindakannya, Petrov telah menyelamatkan dunia dari kiamat nuklir atau Perang Dunia Ketiga.

(rdp/imk)

  • Related Posts

    Kementerian PU Percepat Penanganan Bencana Sumatera hingga ke Pelosok

    Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mempercepat penanganan bencana di Pulau Sumatera, dengan mayoritas infrastruktur konektivitas kini telah kembali berfungsi dan mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi logistik. Berdasarkan data,…

    Kisah Mbah Kibar, Pelukis di Sleman yang Berjuang Lunasi Utang Rp 500 Juta

    Jakarta – Suhardiyono Kibar, seniman yang kini berusia 76 tahun, tengah berjuang melunasi utang ratusan juta rupiah dengan melukis. Mbah Kibar, sapaan karibnya, menolak mengemis dan memilih terus melukis untuk…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *