Cerita Jusuf Kalla Pertanyakan Keputusan Mega Usung Jokowi

JUSUF Kalla menceritakan pengalamannya ketika diminta mendampingi Joko Widodo di pemilihan presiden 2014. Dia mengatakan tawaran tersebut datang dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Mulanya Jusuf Kalla mempertanyakan keputusan Megawati yang mengusung Jokowi sebagai calon presiden. Menurut dia, Jokowi belum cukup berpengalaman untuk ditugaskan sebagai kepala negara.

“Baru dua tahun menjadi Gubernur (Jakarta),” kata Kalla saat konferensi pers di rumahnya di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu, 18 April 2026.

JK, sapaannya, sempat mengimbau kepada ketua umum partai banteng itu untuk mempertimbangkan ulang pencalonan mantan Wali Kota Solo tersebut. “Belum cukup pengalaman, nanti rusak negeri ini,” ujar wakil presiden periode ke-10 dan ke-12 ini.

Namun, kata dia, Megawati tetap memintanya mendampingi Jokowi yang dicalonkan oleh PDIP di pilpres 2014. Menurut dia, putri Sukarno itu tetap mempercayai agar berduet dengan Jokowi. “Kenapa saya? Karena saya berpengalaman,” katanya.

Padahal, dia mengatakan saat itu ingin kembali ke Makassar setelah beberapa tahun mengabdi di pemerintahan. “Bukan saya yang minta (menjadi wakil presiden), Bu Megawati yang meminta,” ujar Kalla.

Adapun Jokowi-Jusuf Kalla bersaing dengan pasangan calon Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di Pilpres 2014. Pasangan Jokowi-Jusuf Kalla diusung oleh koalisi PDIP, NasDem, PKB, Hanura, dan PKPI.

Sedangkan pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa diusung oleh koalisi Partai Gerindra, PAN, PPP, PKS, Golkar, PBB. Dalam palagan itu, pasangan Jokowi-Jusuf Kalla unggul perolehan suara sebesar 53,15 persen.

  • Related Posts

    Semua yang perlu diketahui tentang stadion Piala Dunia FIFA 2026

    Turnamen sepak bola terbesar kembali hadir saat Piala Dunia FIFA 2026 digelar di tiga negara. Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada akan menjadi tuan rumah pertandingan mulai 11 Juni hingga 19…

    Diplomat utama Turki dan presiden Indonesia membahas tujuan perdagangan $10 miliar

    Keduanya membahas berbagai sektor, termasuk konservasi, energi, transportasi dan industri makanan halal. Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan dan Presiden Indonesia Prabowo Subianto telah mengadakan pertemuan yang “sangat produktif” di…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *