Mendagri Minta Pemda Tuntaskan Data Huntap Bencana Sumatera

MENTERI Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian mendesak pemerintah daerah mempercepat pendataan hunian tetap (huntap) untuk korban bencana Sumatera.

Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera ini mengatakan, percepatan pendataan ini termasuk melakukan klasifikasi. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Terdapat tiga klasifikasi hunian tetap yang terdiri dari huntap insitu (di lokasi semula), huntap eksitu (dipindahkan ke lokasi pilihan/swadaya sendiri), dan huntap eksitu terpusat/komunal (berbentuk kompleks).

Tito berujar, kecepatan dan akurasi data menjadi kunci percepatan pembangunan huntap bagi masyarakat terdampak. Ia meminta pemda menyelesaikan pendataan klasifikasi huntap secara akurat dalam seminggu. Ia juga menegaskan huntap dibangun hanya untuk rumah yang rusak berat atau hilang.

“Saya kasih deadline tadi sampai dengan hari Rabu depan. Sambil kami paralel dengan itu, BPS turun, BNPB juga turun, saya juga dari Satgas (PRR) ini ada juga tim yang turun ke tiga provinsi ini. Dan saya minta juga dukungan dari gubernur-gubernur juga mendorong para bupati, wali kota, melakukan pendataan tadi,” kata Tito dalam keterangan resminya, 15 April 2026.

Hasil pendataan tersebut akan menjadi dasar penentuan skema pembangunan huntap yang tepat bagi masyarakat terdampak. Tito juga meminta kepala daerah untuk turun langsung mempercepat proses pendataan dengan membentuk tim kecil agar pendataan dapat dilakukan secara cepat.

Berdasarkan data sementara, jumlah usulan pembangunan huntap di tiga provinsi terdampak mencapai 39.021 unit, dengan rincian Aceh sebanyak 28.876 unit, Sumatera Utara sebanyak 7.321 unit, dan Sumatera Barat sebanyak 2.824 unit. Namun, data tersebut masih akan diverifikasi oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sebelum dilakukan eksekusi pembangunan.

“Dari 39.000 juga nanti akan diverifikasi oleh BPS. Benar enggak, rusak berat/hilang, layak enggak, dan segala macam. Baru nanti BNPB dan Menteri PKP akan melakukan eksekusi,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah menunjuk Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai ujung tombak utama pembangunan huntap. Pembangunan huntap juga mendapat dukungan berbagai pihak, di antaranya Yayasan Buddha Tzu Chi, Polri, dan Kemenko Polkam.

“Yang kita bangun duluan adalah daerah-daerah yang sudah siap datanya. Jadi, ya tolong rekan-rekan kepala daerah jangan sampai nanti dikomplain oleh masyarakatnya karena kelambatan untuk melakukan pendataan,” ujar Tito.

  • Related Posts

    Asrama Kepolisian di Ciledug Kebakaran, 4 Unit Damkar Dikerahkan

    Jakarta – Asrama kepolisian di Ciledug, Kota Tangerang, kebakaran sore ini. Total empat unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. “Dari Mako empat unit bergerak ke lokasi,” kata petugas call…

    Haji 2026 Berapa Hijriah? Ini Jadwal Keberangkatannya

    Jakarta – Calon jemaah haji 2026 akan diberangkatkan mulai bulan ini. Adapun puncak ibadah haji, termasuk wukuf di Arafah, terjadi pada 9 Zulhijah Mengutip dari situs resmi Kementerian Haji dan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *