Pemerintah Dorong Kompetensi Tenaga Kependidikan Merata

PEMERINTAH mendorong standar kompetensi tenaga kependidikan atau tendik merata di semua jenis institusi. Saat ini masih ada kesenjangan kualitas sumber daya manusia (SDM) antara kampus negeri maupun swasta.

Hal ini disampaikan dalam pembukaan Workshop dan Benchmarking Analis Sumber Daya Manusia Aparatur yang digelar di The Alana Solo Hotel & Convention Center, Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Selasa, 7 April 2026. Kegiatan yang berlangsung hingga 10 April tersebut diikuti puluhan tenaga kependidikan dari berbagai perguruan tinggi.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menegaskan, tenaga kependidikan memiliki peran strategis dalam menopang kualitas perguruan tinggi. Menurut dia, keberadaan tenaga kependidikan kerap luput dari sorotan, meski kontribusinya menentukan jalannya institusi.

“Tanpa kehadiran tenaga kependidikan, sulit untuk mewujudkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing. Peran mereka mungkin terlihat kecil, kadang tidak terlihat di depan, tetapi sangat strategis dan penting,” ujar Brian yang hadir secara daring.

Brian menekankan penguatan kapasitas tenaga kependidikan bukan sekadar agenda pelatihan rutin, melainkan bagian dari fondasi membangun sistem pendidikan tinggi yang lebih efektif dan kompetitif. Dari kerja-kerja administratif hingga dukungan operasional, kata dia, tenaga kependidikan berperan memastikan seluruh proses akademik berjalan efisien. Brian berharap peningkatan kompetensi ini berdampak langsung pada kinerja perguruan tinggi. “Dari aktivitas-aktivitas kecil dan krusial yang dilakukan tendik, kita berharap agenda dan kemajuan perguruan tinggi menjadi jauh lebih baik,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Muhtar mengatakan, kegiatan ini inisiatif Direktorat Sumber Daya Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang bekerja sama dengan UNS. “Program ini didanai melalui anggaran kementerian dan hanya melibatkan perguruan tinggi terpilih. Dari 78 perguruan tinggi yang diseleksi, hanya delapan yang ditunjuk sebagai penyelenggara karena dinilai memiliki tata kelola sumber daya manusia yang baik,” ujar Muhtar. 

Menurut dia , salah satu tujuan kegiatan ini mengurangi kesenjangan kualitas SDM antarperguruan tinggi, baik negeri maupun swasta. Pemerintah, kata dia, mendorong agar standar kompetensi tendik lebih merata di semua jenis institusi. “Ke depan, mitra luar negeri tidak melihat status kampus, tetapi kualitas. Karena itu kompetensi SDM harus diseimbangkan,” kata Muhtar.

Pilihan Editor:  Pemangkasan Anggaran Setelah Kebijakan Belajar Online Batal

  • Related Posts

    Arsenal mengalahkan Sporting dengan gol telat Havertz di perempat final Liga Champions

    Arsenal mencetak gol penentu kemenangan di Sporting Lisbon untuk mengambil keunggulan 1-0 pada leg pertama di London minggu depan. Kai Havertz mencetak gol kemenangan di menit-menit terakhir saat Arsenal bangkit…

    Djibouti dan Tanduk Afrika: front baru dalam perang melawan Iran

    Djibouti dan Tanduk Afrika: front baru dalam perang melawan Iran Djibouti membangun perekonomiannya berdasarkan strategi mengenakan biaya sewa kepada berbagai kekuatan dunia militer. AS, Tiongkok, Prancis, Jepang, Turki, dan Italia…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *