Pemain Pakistan Fakhar Zaman dijatuhi larangan dua pertandingan PSL karena merusak bola

Pemukul Lahore Qalandar dinyatakan bersalah karena mengubah kondisi bola pada pertandingan melawan Karachi Kings.

Pemain internasional Pakistan Fakhar Zaman telah dilarang bermain dua pertandingan setelah dinyatakan bersalah gangguan bola selama liga pertandingan T20 di negara itu.

“Zaman telah diskors untuk dua pertandingan Liga Super Pakistan (PSL) setelah dia dinyatakan bersalah melakukan pelanggaran Level 3 karena merusak bola,” kata Dewan Kriket Pakistan (PCB) dalam sebuah pernyataan pada Selasa.

Pembuka berusia 35 tahun itu terlihat dalam rekaman video mengubah kondisi bola selama pertandingan tim Lahore Qalandars melawan Karachi Kings di Lahore pada Minggu malam.

PCB mendakwa Zaman, yang membantah melakukan manipulasi bola, pada sidang disipliner dengan wasit pertandingan Roshan Mahanama dari Sri Lanka.

Mahanama menyaksikan tayangan televisi yang menampilkan pemain Qalandars Zaman, kapten Shaheen Shah Afridi dan Haris Rauf, serta wasit Faisal Afridi memeriksa kondisi bola.

Kapten Lahore Qalandars Shaheen Shah Afridi (Kiri) dengan berbicara setimnya Fakhar Zaman (kanan) selama pertandingan Liga Super Pakistan (PSL) T20 antara Karachi Kings dan Lahore Qalandars di Stadion Kriket Gaddafi di Lahore pada 29 Maret 2026. Fakhar Zaman dari Lahore Qalandars bisa menangani larangan bermain setelah didakwa melakukan pelanggaran bola dalam kejadian rekan dari Karachi Kings di Liga Super T20 Pakistan. (Foto oleh Syed Murtaza Ali / AFP)
Kapten Lahore Qalandars Shaheen Shah Afridi dan Fakhar Zaman berbicara selama pertandingan PSL melawan Karachi Kings [Syed Murtaza Ali/AFP]

Wasit menghadiahkan lima penalti terhadap Qalandars, yang kalah dalam pertandingan dengan empat gawang.

Shaheen juga didenda $3.500 karena melanggar protokol keamanan ketat turnamen.

PSL diadakan secara tertutup penonton – dan hanya di dua tempat, bukan enam – karena kekhawatiran pasokan bahan bakar yang disebabkan oleh perang Iran.

Afridi didenda oleh keluarga Qalandar karena protokol keamanan di hotel bergaul di Lahore, salah satu dari dua kota tuan rumah bersama dengan Karachi untuk turnamen tahun ini.

Polisi Punjab mengatakan Afridi tidak diberi izin untuk membawa pengunjung ke kamar rekan setimnya Sikander Raza tetapi tetap melakukannya.

Sebelumnya, pemain fast bowler Naseem Shah adalah ditampar dengan denda terbesar dalam sejarah Pakistan setelah mengkritik seorang politisi di media sosial.

  • Related Posts

    Bareskrim Ungkap Sindikat Kasus Emas Ilegal Rp 25 T Beroperasi Sejak 2019

    Jakarta – Bareskrim Polri masih menyelidiki kasus jual beli emas hasil tambang ilegal yang beroperasi di wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) hingga Papua Barat. Polisi mengungkap proses jual beli emas hasil…

    4 Prajurit TNI Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Dijerat Pasal Penganiayaan

    Jakarta – TNI telah mengumumkan empat prajuritnya menjadi tersangka dalam kasus penyiraman air keras kepada aktivis KontraS, Andrie Yunus. Keempat tersangka itu dijerat dengan pasal penganiayaan. “Adapun pasal yang diterapkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *