2 Nakes Tewas Dibunuh KKB di Papua Barat, 7 Orang Masuk DPO

Tambrauw

Empat orang tenaga kesehatan (nakes) di Kabupaten Tambrauw, Papua Barat Daya, diserang oleh orang tidak dikenal (OTK). Polisi memastikan penyerangan yang menewaskan dua nakes itu ulah kelompok kriminal bersenjata (KKB).

Penyerangan terhadap nakes itu terjadi di Kampung Jokbu, Distrik Bamusbama, Tambrauw, pada Senin (16/3) pukul 11.37 WIT. Kedua korban tewas masing-masing berinisial YL dan YEB.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keempat korban awalnya melintas di lokasi kejadian. Keempat korban yang berboncengan menggunakan dua unit sepeda motor itu tiba-tiba dihadang oleh para pelaku.

“Telah terjadi penghadangan terhadap empat orang pengendara sepeda motor oleh beberapa OTK. Kita sebut OTK karena hingga kini masih dilakukan penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Papua Barat Daya Kompol Jenny Hengkelare, dilansir detikJogja, Selasa (17/3/2026).

Polisi memastikan KKB dalang dalam pembunuhan dua nakes itu. Hal ini setelah penyidik memeriksa 12 orang saksi.

“Kita pastikan yang melakukan pembunuhan terhadap nakes YL dan YEB merupakan KKB,” ujar Kompol Jenny.

Polisi kemudian menetapkan tujuh anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) terlibat dalam pembunuhan dua nakes itu. Ketujuh anggota KKB itu kini masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Polres Tambrauw telah menetapkan tujuh daftar pencarian orang atau DPO tersangka kasus pembunuhan di Distrik Bamusbama, Tambrauw,” ujar Kabid Humas Polda Papua Barat Daya, Kompol Jenny Hengkelar, saat konferensi pers di Mapolda Papua Barat Daya, Rabu (25/3/2026).

Baca selengkapnya di sini dan di sini

(idh/imk)

  • Related Posts

    Modus Pinjam Motor, Pria di Jaksel Curi Kendaraan Teman Saat Lebaran

    Jakarta – Seorang pria berinisial MD (25) mencuri sepeda motor milik temannya saat momen Lebaran. Korban curiga lantaran motor miliknya tidak dikembalikan usai dipakai dengan alasan membeli rokok. Kapolsek Pesanggrahan…

    Koalisi Sipil: Darurat Reformasi TNI, Proses Hukum Kepala Bais!

    Jakarta – Koalisi Masyarakat Sipil menilai penyerahan jabatan Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) buntut kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus, tidaklah cukup. Koalisi Sipil mendesak Kepala Bais…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *