Apakah serangan di Timur Tengah mendorong krisis energi Asia?

Fasilitas energi di Timur Tengah sedang diserang, termasuk LNG Qatar, sehingga mendorong harga lebih tinggi.

Dalam eskalasi konflik Timur Tengah yang tajam, produksi energi sendiri kini menjadi prioritas utama.

Iran menargetkan fasilitas di seluruh Teluk – termasuk pusat gas alam cair terbesar di dunia di Qatar.

Serangan ini merupakan balasan atas serangan Israel terhadap ladang gas Iran beberapa jam sebelumnya.

Harga energi melonjak, dan negara-negara mulai dari Asia hingga Eropa menghasilkan pasokan alternatif.

Namun, bagi Asia – pembeli LNG terbesar di dunia – hal ini merupakan guncangan energi yang parah.

Wilayah ini bergantung pada pasokan dari negara-negara Teluk untuk menjaga lampu tetap menyala, pabrik-pabrik tetap beroperasi, dan makanan bagi masyarakatnya.

  • Related Posts

    Operasi Ketupat 2026 Sukses, Kakorlantas: Korban Meninggal Turun 30,41 Persen

    Jakarta – Polri secara resmi mengakhiri Operasi Ketupat 2026, dilanjutkan dengan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) hingga 29 Maret sesuai arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Polri mencatatkan keberhasilan dalam…

    Kakorlantas: Operasi Ketupat 2026 Resmi Berakhir, Dilanjutkan KRYD hingga 29 Maret

    Jakarta – Atas izin Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho secara resmi menutup pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Meski operasi kemanusiaan ini telah berakhir, pengamanan di jalur…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *