MENTERI Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan ada banyak hal yang dibahas dalam persamuhan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-5 Indonesia Megawati Soekarnoputri pada 19 Maret 2026. “Hampir kurang lebih pertemuan dua jam banyak yang didiskusikan,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2026.
Menurut Prasetyo, Prabowo dan Megawati saling bertukar pandangan tentang berbagai isu. Dalam pertemuan itu, Megawati membagikan pengalamannya sebagai pemimpin negara. “Karena bagaimanapun kan Ibu Mega juga pernah menjadi wakil presiden, pernah juga menjadi presiden,” ujar Prasetyo.
Politikus Partai Gerindra ini membenarkan, salah satu hal yang dibahas sehubungan dengan isu geopolitik yang belakangan ini memanas, namun tidak memerinci isu yang dimaksud. Prasetyo mengatakan, setiap masa kepemimpinan memiliki tantangan yang berbeda. “Sebagai seorang pemimpin tentu baik sekali untuk bisa saling memberikan masukan dan berbagi pengalaman demi kemajuan bangsa dan negara kita,” ujar dia.
Presiden Prabowo bertemu Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri di Istana Kepresidenan Jakarta, pada penghujung bulan Ramadan, Kamis, 19 Maret 2026. Dalam salah satu foto yang dibagikan Sekretariat Kabinet, Prabowo tampak menggandeng tangan Megawati. Prabowo terlihat menuntun perempuan yang pernah menjadi pasangannya di pemilihan presiden 2009 itu saat menyusuri tangga Istana Merdeka.
Megawati mengenakan pakaian bermotif batik dengan corak biru dalam pertemuan itu. Sementara Prabowo memakai baju safari warna khaki lengkap dengan pin kepresidenan.
Dalam kunjungannya, Megawati ditemani putrinya yang juga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Puan Maharani. Sementara Prabowo disertai Ketua Harian Partai Gerindra sekaligus Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Putra Prabowo, Didit Hediprasetyo, juga menemani ayahnya dalam pertemuan tersebut.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan persamuhan Prabowo dan Megawati merupakan pertemuan teman lama dan berlangsung secara akrab. Menurut Hasto, Megawati dan Prabowo membahas berbagai topik, mulai dari persoalan dalam negeri hingga geopolitik. Hasto berujar, Megawati membagikan pengalamannya sebagai presiden ke Prabowo.
Hasto berkata Megawati punya pengalaman yang luas dalam menyelesaikan krisis. Megawati, kata dia, menekankan pentingnya sense of priority dan sense of urgency dalam pemerintah saat berdiskusi dengan Prabowo.






