INFO TEMPO – PT Pegadaian bersama sejumlah pelaku industri emas nasional menginisiasi pembentukan Indonesia Bullion Market Association (IBMA) sebagai langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pasar emas domestik sekaligus mendukung program Asta Cita pemerintah.
Rencananya, asosiasi pasar emas tersebut akan diresmikan pada Juni 2026. Pembentukan IBMA merupakan hasil kesepakatan kolektif dari 11 perusahaan yang bergerak di sektor emas dan logistik, antara lain Bank Syariah Indonesia, AMMAN Mineral, ICDX Group, Hartadinata Abadi, Sentral Kreasi Kencana, Lakuemas, Brinks, UBS Gold, Central Mega Kencana, serta anak usaha Pegadaian PT Pegadaian Galeri 24.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan, mengatakan bahwa pembentukan IBMA menjadi jawaban atas kebutuhan tata kelola pasar emas domestik yang lebih terintegrasi, transparan, akuntabel, dan kompetitif.
Menurutnya, Indonesia sebagai salah satu produsen emas terbesar di dunia memiliki potensi besar untuk memainkan peran yang lebih strategis di pasar global.
“Indonesia adalah salah satu produsen emas terbesar dunia. Dengan IBMA, kita tidak hanya ingin menjadi penonton, tetapi juga terlibat aktif dalam pengembangan ekosistem emas dari hulu hingga hilir, serta memastikan emas lokal memiliki daya saing global,” ujar Damar, pada Kamis, 12 Maret 2026.
Ia menambahkan, IBMA diharapkan menjadi pilar penting dalam mendukung implementasi Asta Cita pemerintah, khususnya dalam mempercepat hilirisasi dan industrialisasi sektor pertambangan. Langkah tersebut juga bertujuan meningkatkan nilai tambah serta memastikan sirkulasi emas tetap berada di dalam negeri.
Menurut Damar, keberadaan IBMA juga berpotensi menekan biaya transaksi dan logistik bagi industri emas domestik. Dengan sistem pasar yang lebih terintegrasi, emas hasil tambang dalam negeri diharapkan dapat terserap secara optimal oleh pasar domestik.
Hal ini tidak hanya akan memberikan harga yang lebih kompetitif bagi nasabah ritel, tetapi juga memperkuat cadangan emas nasional sebagai salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas ekonomi makro.
Pada momentum yang sama, Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti, didapuk sebagai Ketua Umum IBMA. Penunjukan tersebut menjadi bentuk kepercayaan dari para pelaku industri atas peran strategis Pegadaian dalam pengembangan ekosistem emas di Indonesia.
Melalui pembentukan IBMA, para pelaku industri berharap dapat menghadirkan standar praktik pasar yang selaras dengan regulasi internasional, sekaligus menarik investasi lebih besar ke sektor emas nasional dan mendorong terciptanya kemandirian finansial yang berkelanjutan bagi Indonesia.(*)





