KEMENTERIAN Perhubungan merilis hasil survei tentang jumlah pergerakan masyarakat pada angkutan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah atau 2026 masehi. Hasil survei mencatatkan, 140 juta lebih penduduk akan melakukan tradisi mudik.
“Berdasarkan hasil survei pergerakan, 50,60 persen penduduk Indonesia atau setara 143,91 juta orang melakukan mudik,” kata Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR, Rabu, 11 Maret 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Dudy melanjutkan, jumlah tersebut mengalami penurunan sekitar 1,75 persen dibandingkan dengan hasil survei jumlah total pemudik di tahun sebelumnya yang mencapai angka 146 juta orang.
Kendati begitu, kata dia, hasil survei jumlah total pemudik tak serta merta bersifat tetap. Misalnya pada 2025, jumlah pemudik tercatat sebanyak 146 juta orang, namun fakta di lapangan justru menunjukkan kenaikan jumlah mencapai 154 juta orang.
“Mobilitas masyarakat pada masa lebaran sangat tinggi,” ujar dia.
Kementerian Perhubungan, Dudy mengatakan, juga memprediksi moda transportasi yang bakal digunakan para pemudik. Prediksi menunjukkan kecenderungan penggunaan sepeda motor masih banyak pada tahun ini.
Ia menuturkan, sebanyak 76,24 juta orang diperkirakan akan menggunakan moda transportasi mobil pribadi; 23,34 juta orang menggunakan bus; dan 24,08 juta orang menggunakan sepeda motor.
Dia melanjutkan, 50,63 juta orang yang menggunakan bus dan mobil pribadi diprediksi bakal memanfaatkan jalan bebas hambatan sedangkan 8,65 juta orang pengguna sepeda motor akan memilih jalur alternatif.
“Sehingga, berpotensi meningkatkan kepadatan pada ruas arteri dan penghubung antar wilayah,” ujar Dudy.
Berdasarkan gambaran Kementerian Perhubungan, Jawa Barat menjadi daerah dengan pergerakan terbesar pemudik pada tahun ini yang mencapai 30,97 juta orang, diikuti Jawa Timur dan Jakarta.
Untuk titik tujuan pemudik, Kementerian Perhubungan mencatat arus terbesar mengarah ke wilayah Jawa Tengah sebesar 38,71 juta.






