Menlu Sugiono: Pemerintah Bakal Evakuasi 15 WNI dari Iran

MENTERI Luar Negeri Sugiono menyatakan 15 warga negara Indonesia di Teheran, Iran, akan dievakuasi buntut memanasnya konflik Asia Barat akibat serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Menurut Sugiono, pemerintah Indonesia sedang mengatur kapan waktu yang tepat untuk melakukan evakuasi.

Adapun belasan warga Indonesia itu akan dibawa kembali ke Tanah Air melalui perjalanan darat lewat Baku, Azerbaijan. “Karena ruang udara juga sedang ditutup. Kalau misalnya evakuasi dari Teheran itu, mereka harus dibawa ke Baku itu sepuluh jam perjalanan,” kata Sugiono di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa malam, 3 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Politikus Partai Gerindra ini menerangkan persiapan evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan logistik dan kondisi kesehatan setiap WNI. Hal ini mengingat lamanya waktu tempuh perjalanan darat dari Teheran, Iran menuju Baku, Azerbaijan, yang kemudian dilanjut penerbangan menuju Indonesia. “Jadi enggak bisa hari ini mau evakuasi langsung detik itu juga,“ katanya.

Meski begitu, ia berujar, dari seluruh WNI yang berada di Iran, tidak semua berkeinginan untuk dievakuasi. Namun Sugiono menegaskan pemerintah siap memfasilitasi WNI yang menyatakan kesediaan mereka.

Ia memastikan telah memerintahkan Duta Besar RI untuk Iran Rolliansyah Soemirat untuk segera melakukan upaya evakuasi. “Di tengah eskalasi yang semakin meningkat, tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera, jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi,” kata Sugiono.

Lebih lanjut Sugiono menjelaskan, 15 WNI yang siap dievakuasi telah mengajukan permintaan. Sementara itu, sejumlah WNI yang berada di negara Teluk lainnya yang tergabung dalam Gulf Cooperation Council, seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Qatar, Bahrain, dan Oman tidak meminta dievakuasi.

“Kan enggak mungkin orang yang enggak mau dipindahin, kami pindahin. Di GCC saja, Qatar ada 27 ribu orang, kalau minta dievakuasi, kami mau evakuasi,” ujarnya. “Di Qatar, di UAE, di Bahrain, belum ada yang mau dievakuasi. Ini 15 (WNI) yang udah menyatakan kesediaan.”

Sugiono berujar, pemerintah terus memantau perkembangan terkini mengenai kondisi di kawasan Teluk. Ia mengatakan, situasi ke depan masih berpotensi berubah sewaktu-waktu. Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk mengantisipasi segala hal yang bakal terjadi imbas konflik tersebut. “Tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apa pun yang akan terjadi kami harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan,” kata Sugiono.

  • Related Posts

    Andre Rosiade Resmikan BTS Telkomsel di Kamang Hilia Agam

    Kabupaten Agam – Wakil Ketua Komisi VI DPR RI dari Fraksi Gerindra Andre Rosiade meresmikan penggunaan BTS Telkomsel di Nagari Kamang Hilia, Kecamatan Kamang Magek, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar).…

    Prabowo Buka Puasa Bareng Ulama-Ormas Islam di Istana Besok

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto akan bersilaturahmi dengan para tokoh agama, ulama, hingga pemimpin ormas Islam di Istana Merdeka, Jakarta, besok. Pertemuan itu juga sekaligus diikuti acara buka puasa bersama.…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *