Fakta-fakta Kapal Induk Giuseppe Garibaldi

PADA Perayaan hari ulang tahun ke-81, 5 Oktober mendatang, TNI Angkatan Laut akan memperoleh tambahan alutsista, yakni kapal induk Giuseppe Garibaldi. Kapal ini diprodulsi pada 20 Februari 1978 di galangan kapal Italia, Fincantieri.

“Setelah resmi diterima dan beroperasi, kapal direncanakan akan difungsikan sebagai kapal markas dalam pelaksanaan operasi,” kata Juru bicara Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait kepada Tempo, Selasa, 3 Maret 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Lalu, bagaimana Indonesia bisa mengakuisisi kapal induk asal Italia ini?

Diperoleh Hibah, Namun Tetap Anggarkan Keburuhan Pemeliharaan

Akuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi dari Italia ke Indonesia dilakukan hibah dengan mekanisme goverment to goverment antara Jakarta dengan Roma. Meski hibah, pemerintah tetap menyiapkan anggaran untuk pemeliharaan dan peningkatan kemampuan.

Kebutuhan anggaran untuk pemeliharaan maupun modernisasi, termasuk instalasi sistem tempur kapal berusia 43 tahun ini agar sesuai dengan kebutuhan operasional TNI Angkatan Laut diperkirakan mencapai Rp 7,2 triliun.

Lama dilirik Prabowo Subianto

Keinginan untuk mengakuisisi kapal induk Giuseppe Garibaldi ini sudah terlihat sejak Presiden Prabowo Subianto menjadi Menteri Pertahanan, 2019-2024 lalu.

Kala itu, Prabowo berkunjung ke Italia dalam rangka membahas modernisasi alutsista Indonesia pada penghujung 2022. Agenda ini berlanjut saat Kepala Staf TNI Angkatan Laut Jenderal Muhammad Ali meninjau langsung kapal induk.

Bakal libatkan industri pertahanan nasional

Brigadir Jenderal Rico Sirait mengatakan dalam proses retrofit dan modernisasi kapal induk Giuseppe Garibaldi, Kemenhan bakal melibatkan perusahaan maupun galangan kapal nasional.

“Sebagai bagian dari penguatan kapasitas industri pertahanan nasional,” kata Rico kepada Tempo, Rabu, 4 Maret 2026.

Kendati begitu, dia tak menjelaskan rinci ihwal nama perusahaan maupun galangan kapal asal Indonesia yang akan dilibatkan dalam proses retrofit dan modernisasi kapal dengan panjang 180,2 meter ini.

Rico menuturkan, terkait perusahaan atau galangan mana yang akan diberi amanat untuk pengerjaan, penentuannya akan dilakukan melalui proses pemilihan. “Sesuai mekanisme pengadaan yang berlaku,” ujar dia.

Buka kans libatkan pihak atau negara lain

Kendati proses retrofit dan modernisasi kapal dilakukan di Indonesia, Rico menuturkan peluang melibatkan pihak atau negara lain dalam proses ini masih tetap memiliki peluang.

Pelibatan negara atau pihak lain itu, dia menjelaskan, dapat dilakukan apabila terdapat instalasi peralatan atau komponen tertentu kapal yang tidak terdapat di Indonesia.

“Dimungkinkan apabila diperlukan dukungan teknis dari produsen aslinya,” ujar Rico.

Spesifikasi

Kapal induk Giuseppe Garibaldi memiliki berat sebesar 13.850 ton dengan kecepatan kapal mencapai 30 knot. Kapal bekas Angkatan Laut Italia ini pertama kali beroperasi pada 4 Juni 1983.

Kapal dengan panjang 180,2 meter dan daya sebesar 60.400 watt ini memiliki nomor lambung 551 dan telah mencatatkan jarak tempuh sebanyak 7.000 mil laut.

Dani Aswara berkontribusi dalam penulisan artikel ini
  • Related Posts

    UII Desak Pemerintah Mengundurkan Diri dari Board of Peace

    UNIVERSITAS Islam Indonesia (UII) menyatakan sikap seiring dengan perkembangan kondisi geopolitik global, khususnya berkaitan dengan serangan militer Amerika Serikat-Israel ke Iran, termasuk sikap pemerintah Indonesia terkait operasi tersebut. Rektor UII…

    Terbukti Selingkuh dengan Sesama Hakim, Hakim di PT Sulteng Diberhentikan

    Jakarta – Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap terhadap hakim yustisial pada Pengadilan Tinggi Sulawesi Tengah (Sulteng) berinisial LTS. Hakim LTS dinyatakan terbukti berselingkuh dengan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *