Saling Memaafkan, Kasus Majikan Aniaya ART di Jakut Berakhir Damai

Jakarta

Polisi mengungkap perkembangan kasus majikan HW (42) menyiksa asisten rumah tangga (ART) berinisial S (57) di Sunter Agung, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara (Jakut). Polisi menyebutkan kasus itu selesai secara kekeluargaan.

“Kemudian, setelah pelaku sadar melakukan hal tersebut langsung meminta maaf terhadap korban dan korban memaafkan pelaku serta damai dengan korban tidak lama setelah kejadian,” kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Utara Iptu Maryati Jonggi, Selasa (3/3/2026).

Maryati mengatakan korban tidak mau melapor lantaran peristiwa tersebut terjadi tiga tahun lalu. Pihak kepolisian masih menunggu hasil visum korban.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

“Jadi masih menunggu visum apakah ada luka dalam. Perkembangan kasus menunggu hasil ini,” tuturnya.

Polisi mengungkap pemicu majikan menganiaya ART di wilayah Sunter Agung, Jakut. Penganiayaan bermula saat korban membersihkan tempat ibadah pelaku.

“Saat itu pelaku sedang membersihkan tempat ibadah di rumahnya, namun korban iseng mengotori tempat ibadah tersebut,” kata Iptu Maryati Jonggi.

Dia mengatakan peristiwa penganiayaan itu terjadi pada 2023. Namun korban hingga saat ini masih bekerja dengan majikannya itu.

“Lalu terjadi adanya kesalahan komunikasi antara pelaku dengan korban,” ungkapnya.

Terpisah, Kasat PPA/PPO Kompol Ni Luh Sri Arsini mengungkapkan bahwa korban berada di kantor Perlindungan Perempuan dan Anak bersama dengan penyidik untuk pemulihan psikologis korban.

“Sementara pelaku HW masih dilakukan pemeriksaan, statusnya masih saksi,” ungkap Sri.

(wnv/idn)

  • Related Posts

    Dua Pria Pengedar Narkoba Ditangkap di Jonggol Bogor, 1 Kg Ganja Disita

    Jakarta – Sebanyak dua orang diduga pengedar narkoba ditangkap di salah satu perumahan di Jonggol, Bogor, Jawa Barat (Jabar). Polisi mengamankan barang bukti 1 kilogram ganja dan sabu dari penangkapan…

    Pramono Prihatin Soal Lagu 'Erika' ITB: Dulu Liriknya Nggak Begitu

    Jakarta – Gubernur DKI Jakarta yang juga mantan Ketua Himpunan Mahasiswa Tambang ITB, Pramono Anung, merespons soal lagu ‘Erika’ yang menuai sorotan karena bermuatan pelecehan. Pramono menyebut saat menjadi mahasiswa…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *