Siswi SMP di NTT Dibunuh Usai Melawan Saat Hendak Diperkosa, Pelaku Remaja

Sikka

Seorang siswi SMP berinisial STN (14) tewas mengenaskan dibunuh kerabatnya, FGR (16), di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Korban dibunuh lantaran menolak ajakan pelaku untuk berhubungan badan.

Kasat Reskrim Polres Sikka, Iptu Reinhard Dionisius Siga, mengatakan peristiwa terjadi pada Jumat (20/2). Mulanya, korban datang ke rumah pelaku untuk mengambil gitar. Saat itulah pelaku memaksa korban untuk berhubungan badan.

“Ketegangan memuncak saat FRG merampas telepon genggam korban, yang disusul dengan terjadinya kontak fisik di antara keduanya. Dalam kondisi emosi yang tidak terkendali, FRG menggunakan sebilah parang bekas membelah durian untuk menganiaya korban secara sadis,” ungkap Reinhard, dilansir detikBali, Sabtu (28/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Reinhard menyebut pelaku membacok leher dan kepala korban berulang kali menggunakan parang hingga tewas di tempat. Pelaku berusaha menyembunyikan jasad korban di belakang rumah dengan menutupinya menggunakan daun talas dan bambu. Karena merasa tak aman, pelaku memindahkan jasad korban ke Kali Watuwogat.

“FRG memindahkan lagi korban tempat kedua, yakni di kali, dan menutupnya dengan kayu dan daun sebelum akhirnya melarikan diri ke wilayah Kabupaten Ende,” imbuhnya.

Pelaku telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. FRG dijerat dengan Pasal 473 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Pasal 80 ayat (3) Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Baca berita selengkapnya di sini.

(wnv/idh)

  • Related Posts

    Warga Keberatan Wacana Tarif Transjabodetabek Naik: Ganggu Biaya Hidup

    Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewacanakan kenaikan tarif angkutan Transjabodetabek. Warga mengatakan menolak kenaikan lantaran bakal mempengaruhi pengeluaran sehari-sehari. Misalnya bagi Maria, warga Rawa Buaya, Jakarta Barat, ini mengatakan…

    Politikus PDIP Minta Aparat Usut Teror Pelacak Tiyo Ardianto

    POLITIKUS PDI Perjuangan M. Guntur Romli mengecam keras tindakan intimidasi berupa pemasangan alat pelacak di mobil yang dipakai mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada atau UGM Tiyo Ardianto. …

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *