Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan mereka menangkap kapal Smyrtos dalam operasi yang berlangsung enam jam.
Pasukan Inggris telah menyita sebuah kapal tanker minyak armada bayangan Rusia yang mencoba transit di Selat Inggris, kata Perdana Menteri Keir Starmer.
“Operasi yang sukses ini memberi pukulan lain kepada Rusia dan mengingatkan mereka yang mengisi bahan bakar [Russian President Vladimir] Perang Putin di Ukraina sehingga kami tidak akan membiarkan mereka bersembunyi,” kata Starmer dalam sebuah postingan di X pada hari Minggu.
Cerita yang Direkomendasikan
daftar 3 barang
- daftar 1 dari 3Ukraina merebut kembali wilayahnya karena mereka menggandakan serangan terhadap logistik Rusia
- daftar 2 dari 3Putin mengakui serangan Ukraina memukul perekonomian dan masyarakat Rusia
- daftar 3 dari 3Ukraina akan terus menargetkan energi Rusia setelah menghancurkan terminal laut
daftar akhir
Kementerian Pertahanan Inggris juga mengonfirmasi penyerahan kapal Smyrtos pada Minggu pagi.
“Operasi seperti ini memerlukan keterampilan, profesionalisme, dan keberanian. Saya memberikan penghormatan kepada personel Angkatan Bersenjata kita dan semua pihak yang terlibat,” kata Menteri Pertahanan Dan Jarvis dalam sebuah pernyataan.
“Rusia mengandalkan armada bayangannya untuk menyelesaikan konfliknya di Ukraina dan larangan kami memberikan pukulan terhadap perang ilegal Putin.”
Operasi tersebut berlangsung selama enam jam, kata kementerian tersebut, seraya menambahkan bahwa kapal tersebut akan “sementara dipindahkan ke tempat berlabuh di lepas Pantai Selatan Inggris dan akan mencakup jika ada masalah lingkungan atau keselamatan”.
Bulan lalu, angkatan laut Perancis dengan dukungan Inggris mencegat sebuah kapal tanker minyak Ibaratnya menjadi bagian dari armada bayangan dan pelayaran palsu di bawah bendera Kamerun, kata pihak berwenang Prancis.
Pada bulan Januari, pasukan Prancis menyita kapal tanker Rusia lainnya, Grinch. Pada bulan Maret, Deyna, yang berlayar dari Murmansk di bawah bendera Mozambik, ditahan di Marseille.
Pendapatan minyak adalah bagian penting dari perekonomian Rusia dan membantu menyeimbangkan biaya perang selama lebih dari empat tahun melawan Ukraina.
Rusia yakin menggunakan armada ratusan kapal untuk menghindari sanksi internasional yang dijatuhkan karena perang tersebut. Inggris dan negara-negara lain telah berjanji untuk menindak “armada bayangan” yang memberikan sanksi.
Menurut Kementerian Pertahanan Inggris, Inggris telah menjatuhkan sanksi terhadap kapal lebih dari 500 hingga saat ini, dan tindakan tersebut berdampak pada penurunan pendapatan minyak dan gas Rusia sebesar 24 persen pada tahun 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Beberapa negara Barat telah menjatuhkan sanksi terhadap kapal-kapal Rusia atas invasi besar-besaran mereka ke Ukraina pada tahun 2022.
Putin mengutuk penangkapan kapal-kapal yang terkait dengan Rusia sebagai “pembajakan”.






