JOHNSONY Marhasak Lumban Tobing atau yang lebih dikenal dengan nama John Tobing, sang maestro lagu perlawanan ‘Darah Juang‘ meninggal dunia dalam usia 59 tahun di Yogyakarta pada Rabu malam, 25 Februari 2026.
Mantan aktivis 1998 kelahiran Binjai 1 Desember 1966 itu mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM Yogyakarta setelah sempat menjalani perawatan intensif.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Aktivis Yogyakarta, Baharuddin Kamba, yang saat itu berada di rumah sakit untuk mendampingi proses pemulasaraan jenazah, membenarkan kabar duka tersebut.
“Iya benar (John Tobing) meninggal dunia di RSA UGM Yogya, jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka RS Bethesda Yogyakarta,” kata Kamba, Kamis 26 Februari 2026.
Belum diketahui penyebab meninggalnya aktivis yang lagunya tak pernah absen dibawakan kalangan demonstran dari mahasiswa hingga buruh setiap aksi turun jalanan itu.
John akan dimakamkan pada Sabtu, 28 Februari 2026, bertempat di Tempat Pemakaman Umum Madurejo, Prambanan Sleman. Sehari sebelum pemakaman, Jumat 27 Februari, pihak keluarga akan menggelar prosesi Martonggo Raja.
Kepergian John Tobing meninggalkan kesedihan mendalam bagi kalangan aktivis lintas generasi, mengingat lagu Darah Juang telah menjadi lagu wajib dalam aksi-aksi demonstrasi mahasiswa sejak era reformasi 1998 hingga saat ini.
Kamba menegaskan bahwa meski secara fisik sang pencipta telah tiada, namun warisan intelektual dan semangatnya akan terus hidup di tengah-tengah perjuangan masyarakat.
“Kami sangat kehilangan dengan meninggalnya Bang John. Walau kini dia tiada, tetapi karyanya, semangatnya untuk teman-teman aktivis tentu tidak akan pernah padam,” kata Kamba.
Kamba yang tercatat sebagai aktivis Jogja Police Watch dan Forum Pemantau Independen Yogyakarta itu menuturkan, melalui lagu Darah Juang, John secara tak langsung selalu memberi spirit bagi kalangan aktivis yang berjuang di jalanan.
“Semangat yang ditularkan lagu itu terus mengalir, baik di kalangan aktivis eranya 98, juga aktivis yang saat ini sedang berjuang, lagunya masih relevan,” tutur Kamba.
Sebelum tutup usia, John Tobing diketahui sempat mendapatkan perawatan medis pada Desember 2025 lalu akibat serangan stroke.
Salah satu rekan John Tobing, Joko Utomo, menuturkan almarhum masuk ke rumah sakit sejak Rabu subuh sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia Rabu malam pada pukul 20.45 WIB.
Joko menjelaskan bahwa saat ini pihak keluarga masih melakukan proses rembukan terkait rencana pemakaman. Namun dipastikan jenazah akan disemayamkan di Rumah Duka RS Bethesda Yogyakarta setelah proses pemulasaran di RSA UGM selesai sebelum dimakamkan.






