SEKRETARIS Kabinet atau Seskab Teddy Indra Wijaya mengatakan Indonesia mengantongi komitmen investasi senilai Rp 90 triliun dari Inggris. Teddy berujar, komitmen investasi itu dicapai dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer di London, Inggris.
Adapun Teddy menyampaikan ini di Bandar Udara London Stansted, Inggris, pada Rabu, 21 Januari 2026 waktu setempat, sebelum lepas landas menuju Swiss. “Inti pertemuan dengan Perdana Menteri Starmer ada tiga, yang pertama komitmen investasi sebesar £ 4 miliar atau sekitar Rp 90 triliun,” ujar Teddy, dikutip dari keterangan video pada akun YouTube Sekretariat Presiden, Kamis, 22 Januari 2026.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Kendati demikian, ia tak menjelaskan lebih detail mengenai investasi itu. Lalu, pertemuan Prabowo dengan Starmer juga menghasilkan kesepakatan kerja sama di sektor maritim. Selain itu, ada pula kerja sama dalam pembangunan 1.582 kapal nelayan di Indonesia.
Teddy mengklaim kerja sama tersebut dapat membuka lapangan pekerjaan untuk ratusan ribu orang di dalam negeri. “Menurut Menteri Kelautan akan memperkerjakan sekitar 600 ribu orang, karena nanti diproduksinya, dirakitnya di Indonesia,” tutur Teddy.
Ia merincikan, 30 ribu lapangan pekerjaan itu untuk awak kapal dan 400 ribu untuk yang memproduksi. Sementara itu, 170 ribu lainnya adalah multiplier effect atau efek berganda, di luar dari yang berkaitan langsung dengan pembangunan kapal tersebut.
Sebelumnya, Prabowo Subianto seusai bertemu Keir Starmer menyampaikan rencana dukungan Inggris terkait dengan pembangunan kapal di Indonesia. Kapal-kapal tersebut akan digunakan untuk meningkatkan ekonomi maritim di tanah air.
“Di bidang maritim, mereka (Inggris) akan dukung rencana kita untuk membangun 1.500 kapal ikan,” kata Prabowo, di 10 Downing Street, London pada Selasa, 20 Januari 2026 waktu setempat, dikutip dari siaran media sosial Sekretariat Presiden.
Prabowo berharap kerja sama bidang maritim ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi di Indonesia. “Ini sangat strategis bagi kita. Ini akan mempercepat pertumbuhan dan kemajuan ekonomi kita khususnya di bidang maritim,” tutur Ketua Umum Partai Gerindra ini.
Prabowo menyoroti bahwa mayoritas wilayah Indonesia adalah laut. Maka dari itu, kata dia, pemerintah ingin agar konsumsi protein hasil laut juga lebih tinggi. “Saya ingatkan, tiga per empat tanah air kita itu adalah laut, dan konsumsi protein kita oleh rakyat kita masih terlalu rendah, kita ingin tingkatkan untuk lebih baik lagi,” kata Prabowo.






