Pemerintah Siapkan 5.750 Beasiswa LPDP pada 2026

PEMERINTAH mengalokasikan sebanyak 5.750 kuota beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada tahun 2026. Kebijakan ini ditempuh untuk mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan tinggi dengan dukungan pembiayaan negara.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan, beasiswa LPDP menjadi instrumen strategis negara untuk memastikan generasi muda Indonesia mampu bersaing di tingkat global. Hal tersebut disampaikan Brian dalam forum Dialog Presiden RI dan Akademisi di Istana Negara, Kamis, 15 Januari 2026.

“Untuk tahun ini, pemerintah telah menyiapkan kuota sebanyak 5.750 beasiswa LPDP untuk tahun anggaran 2026,” kata Brian seperti dikutip dari Antara, Ahad, 18 Januari 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Brian menjelaskan, setiap tahun Indonesia meluluskan sekitar 1,7 juta sarjana dari berbagai bidang, mulai dari sains dan teknologi hingga ilmu sosial. Menurut dia, potensi besar tersebut harus dikelola secara serius agar dapat menjadi modal utama daya saing bangsa di tengah persaingan global.

“Kami ingin memastikan negara hadir di setiap langkah anak bangsa yang ingin maju. Program LPDP secara konsisten terus melahirkan talenta unggul. Untuk tahun ini kami menargetkan 5.750 penerima beasiswa baru,” ujarnya.

Adapun rincian kuota LPDP 2026 mencakup 1.000 kursi Beasiswa Garuda untuk jenjang sarjana (S1), 4.000 kursi untuk pendidikan magister dan doktoral (S2 dan S3), serta 750 kursi khusus bagi pendidikan dokter spesialis.

Brian menegaskan, pemberian beasiswa pada jenjang S2 dan S3 akan difokuskan pada bidang-bidang yang selaras dengan agenda pembangunan nasional. Program tersebut, kata dia, akan disesuaikan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Presiden dalam visi Asta Cita.

“Program S2 dan S3 akan diselaraskan dengan target pertumbuhan industri yang dicanangkan Bapak Presiden. Kita membutuhkan tenaga ahli yang sesuai dengan arah pembangunan nasional,” kata Brian.

Selain LPDP, pemerintah juga terus memperkuat akses pendidikan tinggi melalui program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Saat ini, tercatat lebih dari 1,1 juta mahasiswa aktif menerima bantuan KIP-K, yang mencakup pembiayaan uang kuliah serta biaya hidup. Total anggaran yang dialokasikan negara untuk program ini mencapai Rp 16 triliun per tahun.

Dengan penguatan berbagai skema bantuan pendidikan tersebut, Brian berharap tidak ada lagi anak bangsa yang terkendala biaya untuk melanjutkan pendidikan tinggi, baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta.

  • Related Posts

    Perbincangan Prabowo-Jokowi di Sela Nikahan Sekpri Presiden

    Jakarta – Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menjadi saksi pernikahan Sekretaris Pribadi (Sekpri) Prabowo, Agung Surahman dengan Aulia Mahardiana Warsitoarti. Prabowo dan Jokowi sempat berbincang…

    Fakta-fakta Kecelakaan Pesawat ATR 42-500

    PESAWAT ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport dilaporkan hilang kontak dalam penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu, 17 Januari 2026. Total ada 10 orang yang mengikuti penerbangan pesawat ATR…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *