INFO TEMPO – PT Pertamina (Persero) bersama Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID memperkuat sinergi strategis dalam mendukung visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi nasional melalui percepatan hilirisasi batu bara.
Kerja sama ini difokuskan pada pengembangan energi alternatif pengganti LPG berbasis batu bara melalui teknologi gasifikasi. Dalam proses tersebut, batu bara diubah menjadi Synthetic Natural Gas (SNG), kemudian diproses lebih lanjut melalui pemurnian dan dehidrasi menjadi Dimethyl Ether (DME) yang dapat digunakan sebagai substitusi LPG.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
Langkah transformatif ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama strategis antara Pertamina dan MIND ID yang disaksikan oleh Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, Sigit Puji Santoso, pada Jumat 9 Januari 2026 lalu. Inisiatif tersebut menjadi wujud nyata kolaborasi BUMN sektor energi dan pertambangan dalam menjalankan mandat pemerintah untuk mendorong agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional.
Chief Technology Officer Danantara Indonesia, Sigit P. Santosa, menyampaikan bahwa kerja sama Pertamina dan MIND ID mencerminkan pendekatan terintegrasi dalam pembangunan sistem energi nasional. Menurutnya, sebagai negara besar, Indonesia membutuhkan diversifikasi energi yang mampu menopang pembangunan berkelanjutan.
“Kolaborasi dan sinergi antar-BUMN strategis dapat memperkuat fondasi energi nasional. Hilirisasi berbasis teknologi menjadi instrumen penting untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya domestik sekaligus membangun sistem energi yang lebih tangguh, efisien, dan berorientasi jangka panjang,” ujar Sigit.
Dalam kolaborasi ini, Pertamina berperan sebagai offtaker sekaligus agregator infrastruktur distribusi. Dengan jaringan distribusi energi yang luas, Pertamina memastikan hasil hilirisasi batu bara—seperti DME, SNG, dan metanol—dapat terserap dan tersalurkan secara efektif kepada masyarakat dan industri sebagai energi substitusi impor.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak penting bagi kedaulatan energi Indonesia.
“Sebagai tulang punggung energi nasional, kami berkomitmen mengoptimalkan infrastruktur distribusi Pertamina untuk mendukung hilirisasi ini melalui kerja sama dengan MIND ID. Ini adalah langkah nyata untuk mengurangi ketergantungan impor LPG dan memastikan ketersediaan energi yang lebih terjangkau bagi rakyat, sejalan dengan target swasembada energi pemerintah,” ujar Simon.
Sementara itu, Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menekankan bahwa kolaborasi tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat struktur industri nasional melalui pengembangan rantai nilai mineral, batu bara, dan energi di dalam negeri.
“Melalui kerja sama dengan Pertamina, MIND ID berkomitmen mendorong hilirisasi yang memberikan nilai tambah ekonomi, mengurangi ketergantungan impor, meningkatkan daya saing, membuka lapangan kerja baru, serta memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang,” kata Maroef.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memproyeksikan konsumsi LPG nasional mencapai 10 juta metrik ton pada 2026, sementara produksi domestik baru berada di kisaran 1,3–1,4 juta metrik ton. Kondisi tersebut menunjukkan adanya defisit pasokan yang signifikan.
Sinergi Pertamina dan MIND ID melalui pengembangan Coal to DME dan Coal to SNG menjadi solusi strategis untuk menutup defisit tersebut dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam domestik, sekaligus memperkuat ketahanan dan kemandirian sektor energi nasional.
Sebagai perusahaan pemimpin dalam transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta terus mendorong program yang berkontribusi langsung terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Komitmen ini sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada penguatan tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan perlindungan lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan.(*)






