Privy Catat Pertumbuhan Pesat dan Menangkal Penipuan Online dengan Jaminan

INFO NASIONAL – Privy, penyedia identitas digital dan tanda tangan elektronik tersertifikasi terdepan di Indonesia, menutup tahun 2025 dengan pencapaian positif. Juga, siap menyongsong 2026 dengan visi yang lebih kuat yakni menciptakan ekosistem digital trust yang aman, terpercaya, dan terjamin.

CEO Privy Marshall Pribadi mengatakan, Privy menjadi satu-satunya institusi di Indonesia yang tidak hanya memberikan kepastian, tetapi juga jaminan atas keaslian dokumen digital. “Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yang berinduk ke Kominfo RI, Privy memberikan Certificate Warranty hingga Rp 1 miliar untuk melindungi pengguna dari kerugian akibat dokumen yang ditandatangani dengan Sertifikat Privy yang terbukti tidak asli. Dengan begitu, setiap transaksi digital menjadi lebih aman dan sah secara hukum,” kata Marshall.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Di tengah maraknya penipuan online dan teknologi deepfake AI, Privy hadir sebagai solusi untuk memastikan identitas pihak yang bertransaksi. “Cukup meminta mereka menandatangani dokumen melalui Privy atau berkomunikasi lewat Privy Chat, maka identitas mereka dijamin keasliannya. Sepanjang 2025, Privy berhasil mendeteksi dan mencegah lebih dari 122 juta upaya kecurangan digital atau fraud, termasuk pemalsuan identitas berbasis AI dan rekayasa dokumen elektronik,” ujarnya.

Pertumbuhan Pesat di 2025: Indonesia dan Australia

Selain memastikan keamanan transaksi digital dengan jaminan, Privy juga turut mencatat pencapaian signifikan di tahun 2025. Terdapat 71 juta pengguna individu terverifikasi dan 167.000 organisasi dan institusi menggunakan layanan Privy.

“Ekspansi ke Australia menjadikan Privy perusahaan Indonesia pertama yang mengekspor jasa berteknologi tinggi ke pasar internasional. Pencapaian ini menegaskan peran Privy sebagai fondasi keamanan transaksi digital, baik untuk korporasi, UMKM, maupun individu,” ujar Marshall.

Memasuki tahun 2026, Privy juga terus memperkuat ekosistem Digital Trust. “Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan memperkuat ekosistem digital yang aman dan terpercaya. Sebab Privy hadir bukan hanya sebagaiteknologi, tetapi sebuah jaminan kepercayaan bagi masyarakat dan dunia usaha,” ucapnya.

Marshall menegaskan, Privy akan mengakselerasi pengembangan fitur Digital ID untuk akses lintas platform, Privy Chat untuk komunikasi terverifikasi, serta tanda tangan elektronik tersertifikasi untuk dokumen perpajakan yang lebih canggih. “Semua ini mendukung transformasi digital Indonesia dan memperkuat posisi Privy di pasar global,” kata Marshall. (*)

  • Related Posts

    RI Jadi Presiden Dewan HAM PBB 2026, Komisi XIII DPR Dorong Penguatan HAM

    Jakarta – Indonesia resmi terpilih menjadi Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026. Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo mengatakan penetapan ini menjadi momuntem Indonesia membuktikan komitmennya terhadap perlindungan…

    RI Presiden Dewan HAM PBB, Komisi I DPR: Kontribusi Nyata untuk Kemanusiaan

    Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menanggapi terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan HAM PBB tahun 2026. Dave menilai posisi ini memberikan peluang besar bagi Indonesia untuk memainkan…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *