Prabowo: MBG Berjalan di Aceh dan Sumbar Meski Kalah Pilpres

PRESIDEN Prabowo Subianto membicarakan kekalahannya di Aceh dan Sumatera Barat dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2024. Prabowo mengatakan dirinya tetap bekerja untuk warga kedua provinsi tersebut meski tidak mendapat suara mayoritas pemilih di sana.

Kepala Negara mengatakan dirinya sebagai presiden adalah milik seluruh bangsa Indonesia. Maka dari itu, dia tetap menjalankan program unggulan pemerintah di Aceh dan Sumatera Barat meski tak mendapat suara terbanyak saat Pilpres 2024 lalu.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Salah satu program unggulan itu adalah makan bergizi gratis (MBG). “Apakah saya larang MBG sampai ke Aceh? Aku kalah juga di Aceh. Tidak,” kata Prabowo saat berpidato di perayaan Natal Nasional 2025 di Senayan, Jakarta pada Senin, 5 Januari 2026.

Prabowo menyebut MBG juga tetap berjalan di Sumatera Barat meski dirinya kalah suara dari pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar di provinsi itu. Pada Pilpres 2024, pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka memenangkan suara mayoritas di 36 dari 38 provinsi. Dua provinsi tempat keduanya kalah dari Anies-Muhaimin adalah Aceh dan Sumatera Barat.

Setelah menjadi presiden, Prabowo mengklaim akan bekerja untuk semua pihak sebagai kepala negara. “Karena sekarang saya bukan milik satu partai. Saya milik seluruh bangsa Indonesia,” ucap Ketua Umum Partai Gerindra ini.

Dalam pidatonya, Prabowo mengklaim ingin mengajak semua pihak di Indonesia bersatu. Menurut Prabowo, persatuan tetap harus didahulukan meski masing-masing pihak memiliki perbedaan dan kesalahan di masa lalu. “Karena kita manusia, pasti penuh dosa, pasti ada kesalahan,” ujar dia.

Selain itu, Prabowo turut menyinggung berbagai kritik yang mengatakan persatuan, khususnya antarelite, adalah tidak demokratis. Menurut Prabowo, persaingan merupakan hal yang baik. Namun, dia berujar semua pihak semestinya bersatu setelah tuntas berkompetisi.

“Bersaing baik, tapi begitu pertandingan selesai, bersatu. Bersatu. Ada yang mengatakan, kalau bersatu itu tidak demokratis. Loh? Demokrasi silakan. Koreksi silakan. Kritik bagus,” ujar mantan menteri pertahanan ini.

Meski menyebut kritik sebagai hal yang baik, Prabowo menyoroti bahwa kritik tidak boleh berubah menjadi fitnah. “Fitnah itu tidak bagus. Semua agama tidak mengizinkan fitnah. Saya yakin di agama Kristen juga demikian,” ucap Prabowo di hadapan hadirin Natal Nasional 2025.

  • Related Posts

    Cara Urus Buku Nikah Rusak atau Hilang, Ini Syaratnya

    Jakarta – Buku nikah yang rusak atau hilang dapat diterbitkan kembali sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Penerbitan buku nikah pengganti dilakukan di tempat akad nikah dilaksanakan dan tidak dipungut biaya.…

    Komisioner Komnas HAM: Saatnya Menko Kumham Inisiatif Bentuk TGPF Kasus Adrie Yunus

    Jakarta – Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mendesak pembentukan tim gabungan pencari fakta (TGPF) untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap aktivisnya, Andrie Yunus. Ruang…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *