Jakarta (Redaksi) – Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut bonus dari pemerintah telah mengubah nasib banyak atlet sekaligus menjadi motivasi besar bagi mereka untuk terus mengembangkan kemampuan.

“Ini penting ya, karena banyak sekali yang nasibnya berubah karena bonus dari pemerintah,” ujar Yenny saat ditemui di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Ia bersyukur pemerintah memberi perhatian kepada para atlet. Menurut dia, bonus itu mendorong atlet untuk terus mengasah keterampilan dan kemampuan mereka.

“Mereka tahu bahwa kalau mereka sangat serius melakukan latihan dan lain sebagainya, reward-nya atau hadiahnya juga maksimal,” tutur Yenny.

Baca juga: Atlet peraih medali Asian Games dan Para Games terima bonus di Istana

Yenny hadir di Istana untuk menghadiri penyerahan bonus dari Presiden Prabowo Subianto kepada atlet peraih medali Asian Games dan Asian Para Games 2026.

Saat melepas kontingen Indonesia di Istana Negara, Jakarta, awal September, Presiden Prabowo menjanjikan bonus Rp3 miliar bagi atlet peraih medali emas Asian Games 2026. Nominal itu tiga kali lipat bonus peraih emas SEA Games 2025 sebesar Rp1 miliar.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir kemudian menjelaskan bonus Rp3 miliar berlaku untuk peraih emas nomor perorangan. Bonus untuk emas nomor ganda dan beregu serta medali perak dan perunggu dihitung terpisah.

Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, panjat tebing menyumbang satu medali emas dari nomor speed putri melalui atlet asal Bali, Desak Made Rita Kusuma Dewi. Desak juga memecahkan rekor Asian Games.

Baca juga: Yenny Wahid: Panjat tebing belum puas meski raih emas Asian Games

Baca juga: Pencapaian Asian Para Games 2026 jadi momentum pembinaan atlet para

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Eka Arifa Rusqiyati
Copyright © Redaksi 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.