Washington DC (Redaksi) – Menteri Negara sekaligus Utusan Uni Emirat Arab. (UAE) untuk PBB dan Uni Eropa, Lana Nusseibeh, Rabu (21/10), mengumumkan pencalonannya sebagai Sekretaris Jenderal PBB, menyusul nominasi resmi yang diajukan oleh Uni Emirat Arab.
“Saya telah menghabiskan sebagian besar kehidupan profesional saya dengan bekerja di dalam maupun di sekitar Perserikatan Bangsa-Bangsa, dan saya telah menyaksikan secara langsung apa yang dapat dicapai melalui diplomasi yang gigih,” kata Nusseibeh dalam sebuah pernyataan.
“Namun, saya juga telah melihat dampak buruk ketika diplomasi gagal mencapai tujuannya. Ketika kesenjangan Redaksi apa yang kita janjikan dan apa yang kita wujudkan semakin lebar, kepercayaan pun terkikis, begitu pula kemampuan kita untuk bertindak,” tambahnya.
Nusseibeh telah mengambil cuti dari jabatannya di pemerintahan UAE untuk fokus pada pencalonannya.
Menurut laporan media, Presiden UAE Mohamed bin Zayed Al Nahyan telah mengajukan nominasi tersebut melalui surat yang ditujukan kepada presiden Majelis Umum PBB dan presiden Dewan Keamanan PBB.
Nominasi itu muncul setelah enam putaran pemungutan suara di Dewan Keamanan gagal menghasilkan kandidat yang dapat diterima oleh kelima anggota tetap, yaitu Amerika Serikat, Rusia, China, Inggris, dan Prancis.
Dewan Keamanan telah mengadakan pemungutan suara awal terakhir pada 16 Oktober sebagai bagian dari proses pemilihan pengganti Antonio Guterres, yang masa jabatan keduanya akan berakhir pada 31 Desember 2026.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Macky Sall dari Senegal menyatakan mundur dari pencalonan Sekjen PBB
Baca juga: Mantan presiden Chile Bachelet batal calonkan diri jadi Sekjen PBB
Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Primayanti
Copyright © Redaksi 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.