KemenPPPA pastikan pemulihan 91 anak yang diamankan dalam demo di DPR

KemenPPPA pastikan pemulihan 91 anak yang diamankan dalam demo di DPR

  • Jumat, 29 Agustus 2025 16:18 WIB
  • waktu baca 2 menit
KemenPPPA pastikan pemulihan 91 anak yang diamankan dalam demo di DPR
Polisi mengumpulkan sejumlah pelajar yang diamankan saat akan mengikuti aksi unjuk rasa ke Jakarta di Mapolres Bogor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (28/8/2025). ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya/bar

Jakarta (ANTARA) – Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) memastikan 91 anak yang diamankan dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Senin (25/8), telah mendapat pendampingan dan dipulangkan ke keluarga masing-masing.

“UPT PPPA DKI Jakarta, dan Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (PPAPP) DKI Jakarta telah memberikan pendampingan psikologis awal kepada anak-anak,” kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Jumat.

Dalam pendampingan, petugas menggali informasi dari anak, mulai dari saat diamankan sekaligus memberikan psikoedukasi, seperti cara menyampaikan aspirasi dengan benar, memahami penyebab dan dampak stres, hingga mengenalkan layanan pemulihan yang bisa diakses, seperti Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan puskesmas terdekat.

Upaya pemulihan dilakukan bersama Dinas PPAPP DKI Jakarta melalui delapan kelompok konseling yang melibatkan konselor, pekerja sosial, dan paralegal.

Baca juga: Respons siswa ikut demo, Mendikdasmen minta tidak terprovokasi berita

Berdasarkan data Dinas PPAPP DKI Jakarta, jumlah anak peserta demo yang diamankan berusia di bawah 18 tahun sebanyak 91 orang. Angka ini berbeda dari informasi awal di media yang menyebutkan 196 anak-anak.

“Dari total 91 anak, sebanyak 47 anak berasal dari DKI Jakarta, 19 dari luar DKI, dan 25 lainnya belum teridentifikasi. Mereka bukan hanya dari Jakarta, tetapi juga dari Kota Bogor, Kabupaten Tangerang, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi. Seluruhnya telah didata, diperiksa, dan dipulangkan kepada keluarga masing-masing,” ujar Menteri Arifatul Choiri Fauzi.

Baca juga: Dua pelajar bawa bom molotov ditangkap saat hendak unjuk rasa di DPR

Baca juga: Anak sekolah dimobilisasi oleh alumninya untuk ikut aksi di DPR

Baca juga: KPAI minta anak dipisahkan dari massa aksi dengan cara humanis

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Jejak Anak Cibuntu Bogor Jalan Kaki 2 Jam ke Sekolah

    Langkah kecil enam anak itu menyusuri jalan kampung yang masih tanah dan tergenang air sehabis hujan. Suara jangkrik masih mengiringi anak-anak yang hendak ke sekolah itu. Anak-anak itu berangkat dari…

    Draf Perpres Tugas TNI, Demo Bisa Masuk Aksi Terorisme?

    PENELITI Raksha Initiatives Gina Sabrina mengatakan rancangan Peraturan Presiden tentang Tugas TNI dalam mengatasi terorisme memiliki ruang interpretasi yang luas. Dia menduga demonstrasi bisa ditafsirkan sebagai aksi terorisme yang menjadi…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *