
Kepala Bappisus ingatkan kepala daerah tak korup, kreatif, jaga moral
- Jumat, 29 Agustus 2025 10:16 WIB
- waktu baca 3 menit

menjadi kepala daerah yang baik, bukan hanya soal kapabilitas dan elektabilitas, melainkan juga soal menjaga moralitas dengan kepedulian kepada rakyat
Kota Bogor (ANTARA) – Kepala Badan Pengendalian Pembangunan dan Investigasi Khusus (Bappisus) Aries Marsudiyanto mengingatkan tiga hal kepada seluruh kepala daerah, yakni tidak korupsi dalam mengelola anggaran daerah, kreatif/inovatif dalam mengembangkan potensi daerah, dan menjaga moralitas dengan kepedulian pada masyarakat.
Dalam video yang diterima di Kota Bogor, Jumat, Aries Marsudiyanto mengingatkan tiga hal tersebut saat memberikan sambutan pada penghargaan kepada sejumlah kepala daerah, pada acara “Pemimpin Daerah Awards 2025” yang diselenggarakan sebuah stasiun televisi nasional pada malam hari (28/8).
Hal pertama yang diingatkan Kepala Bappisus kepada seluruh kepala daerah, adalah memastikan seluruh dana APBD yang diterima, sampai ke masyarakat, dan tidak ada yang dikorupsi.
“Jangan sampai ada lagi kepala daerah yang tertangkap karena korupsi, manipulasi, dan lain sebagainya,” kata Aries yang disambut tepuk tangan hadirin, termasuk Menko PMK Pratikno dan Mendagri M Tito Karnavian.
Baca juga: Gubernur Jateng: Sekolah antikorupsi beri pemahaman dana swakelola
Aries merasakan sedih, kalau melihat lima tahun ke belakang, ada ratusan kepala daerah masuk penjara hanya karena korupsi uang rakyat, uang negara.
“Oleh karena itu pemerintah pusat, Pak Mendagri fokus dengan visi dan misi Pak Presiden, bagaimana kita bypass sampai ke user, sampai ke rakyat, yang benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Kepala Bappisus menegaskan tidak ada pemotongan anggaran di daerah, justru ditambah dengan cara yang berubah.
“Yang kemarin beberapa step, sekarang kita pangkas, langsung masuk ke user masing-masing,” katanya.
Hal kedua, Kepala Bappisus mengingatkan kepada seluruh daerah untuk membangkitkan kreativitas dan inovasi dalam mengembangkan seluruh sumber daya an potensi daerahnya masing-masing secara baik dan benar.
“Karena pemimpin dengan kemampuan memimpin itu seni. Semakin banyak dia referensi, semakin banyak berkreasi punya inovasi, maka semakin banyak dia menggali potensi daerahnya masing-masing, untuk kemajuan daerahnya” kata Aries.
Baca juga: Anggota DPR harap kepala desa kreatif kelola dana desa
Hal ketiga, katanya, menjaga moralitas dengan rasa kepedulian kepada rakyat yang dipimpinnya.
Ia menyatakan, menjadi kepala daerah yang baik, bukan hanya soal kapabilitas dan elektabilitas, melainkan juga soal menjaga moralitas dengan kepedulian kepada rakyat.
“Peduli kepada masyarakat, jangan nge-boss, ya, bergaya tuan. Turun ke bawah, mengerti apa kesulitan masyarakat di bawah, rasakan nafas dan denyutnya, apa yang harus dilakukan sebagai pemimpin daerah,” katanya.
Dengan moralitas kepedulian kepada masyarakat itu, kata Aries, kepala daerah mendapatkan jalan terbaik untuk memecahkan persoalan dan selalu sinergis dan harmonis dengan apa kesusahan yang dirasakan masyarakat.
Kepala Bappisus mengapresiasi penghargaan untuk sejumlah kepala daerah pada acara “Pemimpin Daerah Awards 2025” itu karena menjadi pendorong semangat dan motivasi kepala daerah dalam pengabdian kepada masyarakat.
Pewarta: Dwi Ayu Suryandini/Budi Setiawanto
Editor: Edy M Yakub
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
Komentar
Berita Terkait
Kemkomdigi dan BPPIK bahas beberapa rencana kerja sama
- 9 Januari 2025
Prabowo perintahkan kepala badan pengendalian awasi lobi-lobi ilegal
- 17 Februari 2025
Rekomendasi lain
15 film dan serial Netflix seru Juli 2025
- 2 Juli 2025
10 pahlawan perintis kemerdekaan Indonesia
- 7 November 2024
Kronologi lengkap kasus Kim Soo Hyun dan Kim Sae Ron
- 13 Maret 2025
Perbanyak amalan dzikir di Bulan Rajab: bacaan, latin dan artinya
- 31 Desember 2024
Rute LRT Jabodebek dan jadwal terbaru 2024
- 2 Agustus 2024
Daftar wahana dan harga tiket masuk Ragunan
- 29 Agustus 2024
7 komoditas ekspor unggulan sektor pertanian Indonesia
- 21 September 2024