Polres Batang lakukan pembinaan tujuh remaja diduga aksi tawuran

Polres Batang lakukan pembinaan tujuh remaja diduga aksi tawuran

  • Senin, 12 Mei 2025 02:34 WIB
  • waktu baca 2 menit
Polres Batang lakukan pembinaan tujuh remaja diduga aksi tawuran
Anggota Sabhara Polres Batang sedang melakukan pembinaan pada remaja yang diduga akan melakukan aksi tawuran di Batang, Minggu (11/5/2025). ANTARA/HO-Humas Polres Batang

Batang (ANTARA) – Aparat Kepolisian Resor Batang, Jawa Tengah, memberikan pembinaan terhadap tujuh orang remaja yang diduga akan melakukan aksi tawuran antarkelompok, Minggu (11/5).

“Tujuh remaja tersebut diamankan oleh Tim Patroli Sabhara, Minggu (11/5) sekitar pukul 02:00 WIB saat sedang berkumpul di Jalan Letjen Soetoyo,” kata Kepala Polres Batang Edi Rahmat Mulyana di Batang, Minggu.

Menurut dia, tim patroli mencurigai keberadaan para remaja yang diduga akan terlibat dalam aksi tawuran antarkelompok.

Namun, kata dia, setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas Satreskrim setempat tidak ditemukan adanya senjata tajam dari tangan para remaja tersebut.

“Mereka hanya kami berikan pembinaan saja. Pembinaan ini sebagai bentuk pendekatan humanis agar anak-anak yang masih berada di usia di bawah umur ini tidak salah arah dalam pergaulan,” katanya.

Ia yang didampingi Kepala Satuan Binmas AKP Darmanto mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan, pihaknya mengundang orang tuanya agar ikut mengawasi pergaulan anaknya.

“Kehadiran orang tua menjadi penting agar pengawasan dan pendampingan pada anaknya bisa terus dilakukan di rumah,” katanya.

Tujuh anak yang diamankan berasal dari dua kelompok yang berbeda tersebut adalah berinisial IH (13), RS (13), DP (12), MK (13), AF (15), HA (15), dan DA (15), semuanya masih berstatus pelajar.

Ia mengatakan setelah diberikan pembinaan maupun edukasi, mereka diminta membuat surat pernyataan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Langkah ini kami lakukan untuk menanamkan rasa tanggung jawab dan menghormati orang tua. Ini juga menjadi momen refleksi agar mereka bisa lebih bijak dalam memilih pergaulan,” katanya.

Pewarta: Kutnadi
Editor: Indra Gultom
Copyright © ANTARA 2025

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

Rekomendasi lain

  • Related Posts

    Cobolli ke final saat Arnaldi yang terkena virus menarik diri dari Prancis Terbuka

    Flavio Cobolli dari Italia mengatakan dia “sedih dan bahagia pada saat yang sama” setelah mencapai final Grand Slam pertamanya di Prancis Terbuka pada hari Jumat, menyusul pengunduran diri pada menit-menit…

    'Ketakutan yang meluas' mencengkeram Gaza ketika serangan Israel terus berlanjut meski gencatan senjata

    Serangan pesawat tak berawak membunuh seorang wanita muda dan melukai 15 lainnya di dekat Khan Younis, lapor kantor berita Wafa. ⁠Militer Israel melakukan serangkaian serangan di Gaza, melanjutkan pemboman meskipun…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *