LAN sebut birokrasi ke depan harus lebih efisien dan lincah

LAN sebut birokrasi ke depan harus lebih efisien dan lincah

  • Selasa, 26 November 2024 12:01 WIB
LAN sebut birokrasi ke depan harus lebih efisien dan lincah
Plt. Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq (kiri) memberikan plakat kepada moderator seminar di Jakarta, Selasa (26/11/2024). ANTARA/Khaerul Izan

Kebijakan Reformasi Birokrasi 2010-2025 adalah upaya untuk mempercepat digitalisasi administrasi pemerintahan.

Jakarta (ANTARA) – Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq mengatakan bahwa pembangunan reformasi birokrasi ke depan adalah birokrasi yang lebih efisien dan lincah serta dapat menciptakan iklim yang inovatif.

Grand design Reformasi Birokrasi 2010—2025 telah selesai dan sudah memberikan landasan yang kokoh untuk penataan birokrasi di Indonesia,” kata Taufiq di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, kebijakan Reformasi Birokrasi 2010—2025 adalah upaya untuk mempercepat digitalisasi administrasi pemerintahan. Selain itu, juga penataan pada bidang SDM terkait dengan pelayanan dalam rangka membangun birokrasi yang bersih.

Taufiq mengatakan bahwa reformasi birokrasi ke depan 2025—2045 menjadikan birokrasi lebih efisien, lincah, dan berinovasi untuk memajukan pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

Untuk itu, lanjut Taufiq, para birokrat harus mampu menjawab tantangan zaman ke depan, apalagi Presiden RI Prabowo Subianto menekankan agar pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 7—8 persen.

“Birokrasi harus mampu mengawal target pemerintah agar ekonomi meningkat dan mengurangi atau menghilangkan berbagai kebocoran-kebocoran dan inefisiensi,” tuturnya.

Ketika transformasi birokrasi berjalan dengan baik, menurut dia, apa yang disampaikan Presiden dapat diminimalkan seperti kebocoran anggaran, inefisiensi, dan inovasi.

Plt. Kepala LAN menegaskan bahwa birokrasi harus mampu bekerja secara lebih efisien serta bekerja dengan integritas dan inovatif dalam langkah mendorong sumber-sumber baru untuk pertumbuhan ekonomi.

Ia menekankan pula bahwa reformasi birokrasi harus mampu menciptakan nilai tambah dalam investasi, sekaligus mendorong adanya investasi, kemudian potensi-potensi ekonomi baru yang berasal dari ekonomi hijau, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital.

Baca juga: LAN: Pengembangan kompetensi ASN daerah tertinggal perlu ditingkatkan
Baca juga: LAN sediakan pembelajaran terintegrasi untuk tingkatkan kompetensi ASN

Pewarta: Khaerul Izan
Editor: D.Dj. Kliwantoro
Copyright © ANTARA 2024

Komentar

Komentar menjadi tanggung-jawab Anda sesuai UU ITE.

Berita Terkait

  • Related Posts

    Komnas HAM Periksa Komandan Puspom, Beda Data Korban HAM

    SEJUMLAH artikel di kanal nasional Tempo memperoleh perhatian tinggi dari para pembaca dalam tiga hari terakhir. Hingga Jumat, 3 Maret 2026, tiga laporan kanal nasional menjadi bagian dari laporan terpopuler.…

    Legislator PDIP Dorong Prabowo Bentuk TGPF di Kasus Andrie Yunus

    WAKIL Ketua Komisi XIII DPR Andreas Hugo Pareira menilai kasus percobaan pembunuhan berencana terhadap Andrie Yunus bukan sekadar peristiwa tindak pidana belaka. Kasus ini merupakan peristiwa pelanggaran hak asasi manusia…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *