Samarinda (Redaksi) – Armada pesawat pengebom air (water bombing) bantuan Pemerintah Australia resmi dioperasikan untuk menggempur titik kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Provinsi Kalimantan Timur.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji di Samarinda, Sabtu, menjelaskan bahwa pengerahan armada pengebom air berkapasitas angkut 15.000 liter air per sorti tersebut merupakan respons cepat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) atas usulan yang diajukan langsung oleh Pemerintah Provinsi Kaltim di Jakarta.

“Kami meminta dukungan penanganan karhutla di Kaltim. Alhamdulillah direspon cepat oleh BNPB dengan mengerahkan bantuan pesawat dari Australia untuk melakukan water bombing di wilayah ini,” kata Seno Aji.

Seno menambahkan, pemprov dijadwalkan akan mendampingi proses pelaksanaan water bombing tersebut. Terlebih, Perdana Menteri Australia juga direncanakan hadir langsung di Kaltim pada Rabu, 11 November mendatang.

Operasi udara secara intensif ini dijadwalkan berlangsung hingga 12 November untuk menangani total luas lahan terbakar yang saat ini mencapai 40 hingga 50 hektare.

Misi pemadaman difokuskan pada empat wilayah kritis, yakni Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Kutai Timur.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi menambahkan bahwa pada hari pertama operasi, pesawat jenis Hercules C-130 milik New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS) langsung melakukan tiga sorti pengebom air di kawasan kritis Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, pada Jumat( 6/11).

“Dengan kapasitas tersebut, penanganan titik panas (hotspot) di medan pedalaman yang sulit dijangkau tim darat kini bisa dilakukan lebih cepat dan terukur,” ujar Buyung.

Selama sepekan masa bakti operasi, armada jumbo ini ditargetkan mampu melaksanakan hingga enam sorti penerbangan per hari dengan pangkalan operasi di Lanud Dhomber Balikpapan.

Selain mengerahkan Hercules C-130 sebagai Large Air Tanker, Pemerintah Australia juga menerjunkan satu unit pesawat Cessna Citation sebagai pemandu arah (lead plane) beserta 20 personel spesialis penerbangan taktis dari NSW RFS.

Sebagai langkah antisipasi di darat, seluruh jajaran BPBD kabupaten dan kota beserta personel Satgas Karhutla Kaltim telah disiagakan penuh untuk menyelaraskan data citra satelit terkini dengan rute penerbangan armada bantuan.

Di sisi lain, penyerahan resmi serta pelepasan kedua pesawat bantuan ini sebelumnya telah dilakukan melalui upacara seremonial oleh Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Bruce Brazier di Bandara Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis (5/11).

Duta Besar Australia Roderick Bruce Brazier menjelaskan bahwa misi kemanusiaan ini dilatarbelakangi oleh sejarah panjang hubungan kemitraan strategis dan aksi saling bantu antarkedua negara saat menghadapi bencana besar, seperti penanganan Cyclone Tracy di Darwin pada 1974 dan karhutla Australia pada 2020.

Baca juga: KDM targetkan karhutla Ciremai padam dalam dua hari

Baca juga: Petugas gabungan masih terus berjibaku padamkan api di hutan TNWK

Pewarta: Arumanto
Editor: Triono Subagyo
Copyright © Redaksi 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita Redaksi.